Selasa, 05 Jun 2018 18:19 WIB

Perlukah Kemasan Junk Food Diberi Peringatan seperti Rokok?

Nabilla Nufianty Putri - detikHealth
Junk food jika berlebihan bisa berdampak pada jantung (Foto: Istimewa) Junk food jika berlebihan bisa berdampak pada jantung (Foto: Istimewa)
Jakarta - Di era modern seperti sekarang ini, banyak junk food yang dijual bebas di pasaran. Padahal, dampak mengonsumsi junk food berlebihan itu beragam, mulai dari obesitas, kolesterol, jantung, dan lain-lainnya.

Tapi masih banyak masyarakat yang mengonsumsi junk food. Nah, untuk mengurangi minat masyarakat mengonsumsi junk food, bagaimana jika pembungkus junk food diberi gambar dampak yang diakibatkan oleh makanan itu.

Pengurus PERKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia) dr Ade Meidian Ambari, SpJP FIHA saat ditanya detikHealth sepakat jika kemasan junk food juga perlu diberi peringatan. Terlebih, salah satu dampaknya adalah penyakit kardiovaskular.

"Boleh boleh saja, hati-hati dapat menimbulkan serangan jantung, tapi mau atau tidak, regulasinya ada atau tidak," ujar Ade saat ditemui pada jumpa pers Tobacco Breaks Heart di Kantor PERKI, Jakarta Barat.



dr Ade juga menyarankan untuk masyarakat hendaknya membaca komposisi yang tertera sebelum memakan makanan yang dibeli. Hal tersebut dilakukan agar masyarakat dapat memilih takaran lemak jenuh, kalori, dan garam yang dikonsumsi.

"Biasakan beli sesuatu produk itu dilihat komposisinya apa," tutup dr Ade.

Bagaimana menurutmu, perlukah kemasan junk food diberi gambar seram? Tulis di komentar ya.

(up/up)
News Feed