Jumat, 08 Jun 2018 14:09 WIB

Pengemudi AKAP Tes Urine, Deteksi Sabu hingga Tembakau Gorila

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Petugas memeriksa sampel dari para pengemudi antarkota (Foto: Aisyah/detikHealth)
Jakarta - Pemudik mulai berdatangan dari segala penjuru, otomatis persiapan untuk mudik menjadi sangat diperhatikan. Salah satunya dari segi keamanan dan kesehatan pengemudi bis antar kota.

Selain pengecekan tekanan darah, alkohol, gula darah, tinggi badan, dan berat badan oleh Puskesmas Kecamatan Ciracas, para pengemudi juga wajib menjalani pemeriksaan urine yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN).

"Kami ada tujuh parameter, tes urine ini dapat mendeteksi ganja, sabu, ekstasi, kemudian benzo itu obat penenang, heroin, kokain, dan satu lagi ganja sintetik. Apalagi ganja sintetik mulai banyak seperti tembakau gorilla, tembakau hanoman, seperti itu," ujar dr Shilvya Febrina Irawan MSi, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi DKI Jakarta, Jumat (8/6/2018).



Para pengemudi juga menjalani pemeriksaan fisik.Para pengemudi juga menjalani pemeriksaan fisik. Foto: Aisyah


Sejauh ini, menurut keterangan dari Mutia Almasidah, Dishub Terminal Kampung Rambutan pengemudi yang tidak memenuhi kriteria untuk jalan baru berjumlah satu dua orang dengan alasan tensi yang tinggi. Belum ditemukan pengemudi yang positif menggunakan narkoba atau minuman beralkohol dalam jumlah di luar batas.

"Kemarin ada satu tensinya terlalu tinggi dan dokter tidak memberi obat, dia disarankan untuk istirahat saja," kata Mutia.

Salah seorang pengemudi (bukan yang di foto) memiliki tekanan darah terlalu tinggi sehingga diminta istirahat.Salah seorang pengemudi (bukan yang di foto) memiliki tekanan darah terlalu tinggi sehingga diminta istirahat. Foto: Aisyah


(ask/up)