Selasa, 12 Jun 2018 12:43 WIB

Bahaya Berkendara Ketika Otak Tertidur Sebagian

Nabilla Nufianty Putri - detikHealth
Ilustrasi tol Cikampek (Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A) Ilustrasi tol Cikampek (Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta - Berencana berkendara jauh untuk mudik lebaran? Harus menyusun persiapan yang matang dong. Selain cek kendaraan dan perbekalan selama perjalanan, tidur yang cukup perlu diperhatikan untuk menjaga kondisi badan agar tetap prima. Salah satunya dengan tidur yang cukup agar tidak lalai dalam berkendara akibat mengantuk.

Kurangnya tidur menyebabkan ngantuk bahkan dapat mengalami microsleep. Kondisi yang disebabkan oleh tertidurnya sebagian otak, ketika kasat mata seseorang tampak seolah masih terjaga.

"Microsleep itu ya ketiduran, terkantuk-kantuk. Hampir sama dengan sleep walking tetapi sleep walking terjadi saat kita tidur, jika microsleep terjadi saat kita terjaga kemudian tidur sesaat atau ketiduran," ujar dokter yang akrab disapa dr Andreas Prasadja, pakar kesehatan tidur dari RS Mitra Kemayoran.



dr Ade juga mencontohkan jika sudah microsleep biasanya orang tidak sadar saat berkendara tiba-tiba sudah sampai di suatu tempat. Atau bahkan tiba-tiba sudah kecelakaan.

"Kalau sudah microsleep sudah terlambat, maka yang perlu ditekankan yaitu mengantuknya saja sudah berbahaya," ujar dr Ade.

(up/up)
News Feed