Selasa, 26 Jun 2018 13:05 WIB

Obat Epilepsi Rasa Stroberi Ini Berbahan Dasar Ganja

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Amerika akhirnya melegalkan penjualan obat berbahan dasar ganja. Uniknya, obat epilepsi berbentuk sirup ini memiliki rasa stroberi. Foto: ilustrasi/thinkstock Amerika akhirnya melegalkan penjualan obat berbahan dasar ganja. Uniknya, obat epilepsi berbentuk sirup ini memiliki rasa stroberi. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Amerika akhirnya melegalkan penjualan obat berbahan dasar ganja. Uniknya, obat untuk mengatasi kejang-kejang epilepsi ini berbentuk sirup dan memiliki rasa stroberi.

Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat mengesahkan Epidiolex buatan GW Pharmaceutical. Obat ini mengandung cannabidiol (CBD), zat dari ganja yang menyebabkan perasaan tenang dan mengatasi kejang-kejang, namun tidak mengandung tetrahydrocannabinol (THC), kandungan pada ganja yang membuat seseorang nge-fly atau mabuk.



Hal ini menjadikan Epidiolex obat resep berbahan dasar ganja pertama yang boleh beredar di Amerika Serikat. Epidiolex sudah melewati serangkaian uji ilmiah dan uji klinis, termasuk penelitian kepada 500 pasien epilepsi.

dr Ellaine Wirrel, direktur program epilepsi anak dari Mayo Clinic mengaku senang akhirnya obat epilepsi berbahan dasar ganja sudah diakui oleh FDA. Meski begitu ia mengingatkan agar pengawasan tetap harus terus dilakukan.

"Dengan produk yang dosisnya bervariasi ini, pengawasan penting agar obat tidak disalahgunakan," ujar Wirrel, dikutip dari Daily Mail.

Seperti obat lainnya, Epidiolex bukan tanpa efek samping. Diare, muntah, lelah dan lemas serta gangguan tidur merupakan beberapa efek samping yang muncul ketika mengonsumsi obat ini.

Scott Gottlieb dari FDA menyebut pelegalal Epidiolex bukan menandakan semua obat berbahan dasar ganja, terutama minyak CBD, legal digunakan. Obat yang legal harus sudah mendapat izin dari FDA sebelum dikonsumsi publik.

"Kami akan menyiapkan hukuman jika melihat adanya obat berbahan dasar CBD yang dijual secara ilegal tanpa ada pengujian dan pembuktian klinis," tutupnya.

(mrs/up)