Jumat, 29 Jun 2018 13:35 WIB

Tips Dokter Saat Kena Hujan Abu Vulkanik Erupsi Gunung Agung

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Dokter kulit mengimbau agar masyarakat yang terkena paparan abu vulkanik membersihkan kulit untuk menghindari iritasi. Foto: dok. BNPB Dokter kulit mengimbau agar masyarakat yang terkena paparan abu vulkanik membersihkan kulit untuk menghindari iritasi. Foto: dok. BNPB
Jakarta - Hujan abu vulkanik kembali terjadi setelah Gunung Agung di Bali erupsi. Dokter kulit mengingatkan untuk mencegah iritasi, kulit yang terpapar debu vulkanik harus segera dibersihkan.

Dr dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK dari DNI Skin Centre mengatakan unsur bersifat asam pada abu vulkanik dapat menyebabkan irirtasi. Karena itu, membersihkannya pun tak boleh sembarangan.



"Untuk membersihkannya, lakukan dengan membasuh air mengalir sampai bersih, jangan digosok-gosok keras agar partikelnya tidak malah mengiritasi kulit," urai dr Darma saat dihubungi detikHealth.

dr Darma mengatakan abu vulkanik yang dikeluarkan saat gunung berapi meletus memiliki kandungan seperti silika, mineral, dan bebatuan.

Unsur yang paling umum ditemukan pada abu vulkanik antara lain sulfat, klorida, natrium, kalsium, kalium, magnesium dan fluorida.

Kandungan-kandungan bahan yang bersifat asam, ditambah dengan konsentrasi yang bervariasi selain menyebabkan iritasi, juga dapat menyebabkan alergi.

Ia pun menyarankan agar orang-orang untuk sementara tidak keluar rumah hingga hujan abu selesai. Jika memang harus keluar, gunakan pakaian yang menutupi seluruh kulit, topi, dan juga masker.

"Sebaiknya juga menggunakan pelembap untuk menjaga kelembapan kulit, karena abu vulkanik ini biasanya juga panas," tuturnya.

(mrs/up)
News Feed