Sabtu, 30 Jun 2018 14:10 WIB

Idap Skoliosis, Remaja Ini Hadapi Penyakitnya dengan Bernyanyi

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Bernyanyi menjadi cara Jazmin Allen untuk menumbuhkan rasa percaya diri. Foto: ABC Australia Bernyanyi menjadi cara Jazmin Allen untuk menumbuhkan rasa percaya diri. Foto: ABC Australia
Jakarta - Jazmin Allen nampak bernyanyi dengan syahdu di tengah kota Perth, Australia. Sekilas, bocah remaja berusia 12 tahun ini nampak seperti anak-anak pada umumnya.

Namun yang tak diketahui orang, Jazmin mengenakan rompi khusus di balik sweaternya. Rompi tersebut merupakan salah satu bentuk terapi untuk skoliosis, penyakit yang membuat tulang belakangnya bengkok dan tumbuh miring.

"Ia sering kesakitan dan tidak nyaman. Ia juga malu karena di sekolah tak bisa bergabung dengan teman-temannya, terutama saat melakukan kegiatan fisik," ujar ayah Jazmin, John Allen, dikutip dari ABC Australia.


Nah, bernyanyi menjadi satu-satunya cara Jazmin melepaskan beban yang ditanggungnya. Saat bernyanyi, ia merasa lepas dan bebas, serta tak lagi merasakan nyeri.

"Aku selalu merasa terkekang. Namun bernyanyi membuat merasa bebas, seperti berada di dunia lain," ungkap Jazmin.

Perkenalannya dengan musik dan bernyanyi terjadi merupakan upaya John agar Jazmin tak dirundung kesedihan. Melalui bernyanyi, Jazmin merasa mendapat dukungan dari orang-orang yang tidak dikenalnya.

Saat ini Jazmin harus menggunakan rompi skoliosisnya selama 22 jam setiap hari. Ia juga harus bolak-balik ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan.

Meski begitu, Jazmin tidak putus asa. Ia merasa dirinya lebih beruntung daripada kebanyakan orang karena bisa bernyanyi meskipun ia mengidap skoliosis.

"Anak-anak lainnya yang harus dirawat di rumah sakit, merekalah pahlawan sebenarnya. Apa yang aku alami masih jauh lebih baik," tutup Jazmin.

Tetap semangat ya Jazmin!
(mrs/wdw)
News Feed