Kenali Ciri-ciri Gigitan 4 Serangga Ini pada Kulit (2)

Kenali Ciri-ciri Gigitan 4 Serangga Ini pada Kulit (2)

Suherni Sulaeman - detikHealth
Rabu, 04 Jul 2018 10:43 WIB
Kenali Ciri-ciri Gigitan 4 Serangga Ini pada Kulit (2)
Foto: Ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Jangan meremehkan ukuran serangga yang kecil. Karena beberapa jenis serangga, selain dapat menyebabkan kulit merah dan bengkak, juga bisa menyebabkan alergi bahkan penyakit berbahaya lainnya.

Untuk itu, seperti dikutip dari Dazzling News, kita perlu tahu seperti apa saja jenis gigitan serangga.

Kutu

Foto: Ilustrasi/thinkstock
Gigitan fleas atau kutu dapat dengan mudah disalahartikan menjadi alergi atau gigitan nyamuk karena bintik-bintik yang digigit juga terlihat merah dan bengkak.

Namun, tidak seperti nyamuk, gigitan serangga ini sangat menyakitkan, dan gatalnya jauh lebih buruk. Kutu biasanya menggigit bagian kaki hingga beberapa kali. sehingga jarak antara titik merah biasanya dari 0,5 sampai 1 inci (1 sampai 2 cm).

Tungau

Foto: Getty Image
Meski bekas gigitan mereka hanya titik merah kecil dan nyaris tidak terlihat, Anda tetap tidak bisa meremehkan gigitan tersebut. Sebab, tungau tersebut bisa saja menempel di bawah kulit Anda untuk waktu yang lama.

Maka itu, Anda perlu memeriksa tubuh secara teratur untuk memastikan bahwa tidak ada tungau itu di tubuh Anda supaya terhindar dari banyak penyakit termasuk borreliosis dan encephalitis.

Borreliosis adalah penyakit peradangan serius yang sangat memengaruhi organ-organ Anda. Ini memengaruhi sistem kardiovaskular dan saraf serta otot dan sendi Anda. Jadi seperti yang Anda lihat, serangga kecil ini dapat merusak kesehatan Anda. Lebih baik berhati-hati, terutama jika Anda sering pergi ke area dengan pepohonan, semak-semak, dan rumput panjang.

Semut

Foto: Edgar Su/Reuters
Kebanyakan semut tidak berbahaya dan tidak menimbulkan bahaya yang serius. Tetapi berbeda dengan jenis semut api merah. Gigitan semut tersebut bisa menyakitkan dan dapat menyebabkan alergi.

Pustula muncul di tempat gigitan yang nantinya akan berubah menjadi bekas luka. Gigitan semut mengandung racun, sehingga korban mungkin memiliki reaksi alergi atau syok anafilaksis.

Bagaimana mengenali gigitan mereka? Gigitan semut terlihat sangat mirip gigitan nyamuk. Bintik merah muda muncul di area gigitan yang terasa gatal untuk waktu yang lama. Pada saat digigit, Anda akan merasakan sakit yang membakar seolah ada air mendidih yang dituangkan ke kulit.

Clegs

Foto: Thinkstock
Clegs mirip dengan lalat besar tetapi ketika mereka menggigit Anda, maka Anda akan merasa kesakitan. Kulit yang terkena serangan tersebut akan muncul titik merah yang tidak lebih besar dari 1 mm. Kemudian kulit akan terasa gatal dan mulai membengkak.

Mereka mungkin menjadi sama berbahayanya dengan kutu dan menularkan penyakit seperti anthrax dan tularemia. Untungnya, kebanyakan hanya menyerang ternak sehingga peluangnya amat kecil menyerang Anda.

Halaman 2 dari 5
Gigitan fleas atau kutu dapat dengan mudah disalahartikan menjadi alergi atau gigitan nyamuk karena bintik-bintik yang digigit juga terlihat merah dan bengkak.

Namun, tidak seperti nyamuk, gigitan serangga ini sangat menyakitkan, dan gatalnya jauh lebih buruk. Kutu biasanya menggigit bagian kaki hingga beberapa kali. sehingga jarak antara titik merah biasanya dari 0,5 sampai 1 inci (1 sampai 2 cm).

Meski bekas gigitan mereka hanya titik merah kecil dan nyaris tidak terlihat, Anda tetap tidak bisa meremehkan gigitan tersebut. Sebab, tungau tersebut bisa saja menempel di bawah kulit Anda untuk waktu yang lama.

Maka itu, Anda perlu memeriksa tubuh secara teratur untuk memastikan bahwa tidak ada tungau itu di tubuh Anda supaya terhindar dari banyak penyakit termasuk borreliosis dan encephalitis.

Borreliosis adalah penyakit peradangan serius yang sangat memengaruhi organ-organ Anda. Ini memengaruhi sistem kardiovaskular dan saraf serta otot dan sendi Anda. Jadi seperti yang Anda lihat, serangga kecil ini dapat merusak kesehatan Anda. Lebih baik berhati-hati, terutama jika Anda sering pergi ke area dengan pepohonan, semak-semak, dan rumput panjang.

Kebanyakan semut tidak berbahaya dan tidak menimbulkan bahaya yang serius. Tetapi berbeda dengan jenis semut api merah. Gigitan semut tersebut bisa menyakitkan dan dapat menyebabkan alergi.

Pustula muncul di tempat gigitan yang nantinya akan berubah menjadi bekas luka. Gigitan semut mengandung racun, sehingga korban mungkin memiliki reaksi alergi atau syok anafilaksis.

Bagaimana mengenali gigitan mereka? Gigitan semut terlihat sangat mirip gigitan nyamuk. Bintik merah muda muncul di area gigitan yang terasa gatal untuk waktu yang lama. Pada saat digigit, Anda akan merasakan sakit yang membakar seolah ada air mendidih yang dituangkan ke kulit.

Clegs mirip dengan lalat besar tetapi ketika mereka menggigit Anda, maka Anda akan merasa kesakitan. Kulit yang terkena serangan tersebut akan muncul titik merah yang tidak lebih besar dari 1 mm. Kemudian kulit akan terasa gatal dan mulai membengkak.

Mereka mungkin menjadi sama berbahayanya dengan kutu dan menularkan penyakit seperti anthrax dan tularemia. Untungnya, kebanyakan hanya menyerang ternak sehingga peluangnya amat kecil menyerang Anda.

(hrn/fds)

Berita Terkait