Kamis, 05 Jul 2018 08:10 WIB

Arang Aktif Masih Diminati, Apa Benar Baik untuk Kesehatan?

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Beberapa orang mengonsumsi arang aktif untuk mendapatkan manfaatnya. (Foto: iStock)
Jakarta - Hebohnya manfaat kesehatan bahan activated charcoal atau arang aktif untuk tubuh masih diminati hingga sekarang. Sejak awal kemunculannya beberapa tahun lalu, bahan berwarna hitam ini disebut dapat mendetoks racun dalam tubuh secara alamiah.

Selain mampu mendetoks racun tubuh, arang aktif juga disebut dapat menambah energi, mencerahkan kulit, hingga mengurangi kembung. Klaim dapat mendetoks tubuh dimulai sejak penggunannya dalam obat darurat bagi seseorang yang mengonsumsi racun atau overdosis obat guna mengurangi tumpukan racun.

Cara kerjanya arang akan mengikat racun di dalam saluran cerna dan menghentikannya terserap ke dalam aliran darah. Kemudian, racun ini dikeluarkan dari tubuh melalui feses.


Walau mengonsumsi arang aktif mungkin telah jadi tren kesehatan, ada beberapa alasan kamu harus menghindarinya demi kesehatan tubuhmu:

1. Pelajari sifat mengikatnya

"Sifat mengikat dari arang aktif tak hanya berlaku pada racun saja, namun hampir semua hal yang berada di saluran cernamu," ungkap Sophie Medlin, nutrisionis di King's College London, dikutip dari The Independent.

Bahkan beberapa vitamin, mineral dan antioksidan yang terkandung dalam makanan yang kamu makan, lho. Akan tetapi, arang aktif tidak akan mengikat vitamin yang terkandung dalam buah-buahan dan sayuran.

Selain itu, zat arang aktif ini juga mengikat beberapa jenis obat, misalnya beberapa antidepressant dan antiperadangan, sehingga membuatnya jadi tidak terlalu efektif. Ini bisa menjadi konsekuensi kesehatan yang berat bagi beberapa orang.

Arang aktif juga hanya akan mengikat beberapa partikel di perut atau ususmu pada saat kamu mengonsumsinya. Ia bekerja dengan kontak fisik pada isi ususmu.

Jadi percuma jika kamu mengonsumsinya untuk mendetoks tubuhmu dari makanan atau minuman yang kamu makan tadi malam karena sudah terserap ke dalam aliran darah.

2. Sudah ada bagian tubuh yang bertugas untuk detoks racun

"Liver dan ginjal sudah melakukan kerja yang baik untuk mendetoks tubuh tanpa arang aktif. Justru bahan tersebut melambatkan proses pencernaan dan bisa menyebabkan mual-muntah dan konstipasi (dan feses hitam)," tutur Medlin.

Tubuh kita tentu punya cara alamiah dalam menjaga tubuh tetap sehat, apalagi untuk mendetoks racun. Sehingga tak perlu lagi mengonsumsi bahan-bahan tak bernutrisi yang bisa saja mengganggu prosesnya.

Menurutnya lagi, orang-orang mencari cara tercepat untuk menyehatkan tubuh. Dan saat kita sedang berjuang untuk mempertahankan level energi kita, makan yang benar dan berolahraga sementara sibuk bekerja, sangat mudah sekali kita tergiur oleh marketing yang pintar dan endorse dari para selebritis.

"Kita sering sekali dicekoki oleh pemikiran bahwa makanan kita "beracun" sementaran nyatanya, selain benar-benar memakan racun, bahkan makanan cepat sajipun tak mengandung apapun yang beracun," tandas Medlin.

(frp/fds)