Studi ini meninjau 7.000 pekerja dewasa Kanada yang bekerja lebih dari 45 jam dalam seminggu, baik pria dan wanita. Ditemukan satu dari 10 wanita mengidap diabetes, dan tak ditemukan satupun kaitan dengan pria.
Peneliti lalu mencatat faktor-faktor lain seperti usia, jenis kelamin, status nikah, orang tua, etnis, tempat tinggal, gaya hidup, berat badan, merokok dan kondisi kesehatan kronis. Dilibatkan juga faktor seperti shift bekerja, jumlah minggu bekerja dalam setahun dan apakah pekerjaan tersebut aktif atau sedenter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Obesitas dan gaya hidup sedenter diketahui sebagai salah satu faktor risiko dari diabetes tipe 2. Diabetes juga menjadi faktor risiko dari penyakit kronis lainnya seperti penyakit jantung dan stroke.
Ada 50 persen peningkatan risiko mengidap diabetes pada wanita. Namun perlu dicatat bahwa studi ini hanya menunjukkan kaitan antara lembur dan diabetes bukan menunjukkan bukti penyebab dan efeknya.
"Lembur bisa menyebabkan respons stres yang bisa mengarah kepada ketidakseimbangan hormon dan resisten insulin yang bisa berkontribusi dalam menimbulkan diabetes," ungkap salah satu peneliti, Peter Smith, dikutip dari WebMD.
Lingkungan juga berperan dalam meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit kronis lainnya. Namun peneliti menegaskan bahwa baik pria maupun wanita, lembur bukanlah hal yang menyehatkan untuk dilakukan dan tentu saja juga akan dapat meningkatkan risiko penyakit pada keduanya.











































