Kamis, 05 Jul 2018 20:20 WIB

Berita Baik Bagi Pecinta Kopi: Kafein Bisa Bikin Umur Panjang!

Luthfiadesta Andiko - detikHealth
Kopi bisa memperpanjang umur. Foto: thinkstock Kopi bisa memperpanjang umur. Foto: thinkstock
Jakarta - Berita baik untuk para pecinta kopi. Penelitian terbaru yang diterbitkan di JAMA Internal Medicine menunjukkan kalau minum kopi dapat mengurangi risiko meninggal pada umur yang masih muda, tidak peduli seberapa banyak kamu minum dan apakah berkafein atau tidak.

"Kami mengamati asosiasi terbalik dari minum kopi dengan kematian. Partisipan dari observasi ini ada yang minum satu gelas kopi per hari samapi delapan gelas per hari. Ada juga yang minum kopi murni, instan, dan dekafein," ujar Dr. Erikka Loftfield, ketua peneliti dari penelitian ini dan peneliti di The National Cancer Institute, dikutip dari TimeHealth.


Data yang digunakan berasal dari The UK Biobank yang berisi sampel biologis, kuesioner kesehatan, dan pemeriksaan fisik. Peneliti menganalisis sekitar 500.000 orang yang menjawab pertanyaan tentang konsumsi kopi, rokok, kebiasaan minum alkohol, riwayat penyakit, dan lain-lain.

Para peneliti menemukan keuntungan berupa umur yang panjang yang diasosiasikan dengan hampir semua tingkat dan jenis konsumsi kopi. Pengurangan risiko sedikit tergantung pada seberapa banyak konsumsi, kandungan kafein, dan apakah kopi yang dikonsumsi instan atau tidak.

Tapi secara keseluruhan, dibandingkan dengan yang tidak mengonsumsi kopi, mereka yang minum paling tidak satu cangkir kopi per hari memiliki risiko mati muda 8 persen lebih rendah. Lebih banyak konsumsi kopi per hari akan lebih menurunkan risiko, puncaknya adalah sampai 16 persen lebih rendah bagi yang minum enam sampai tujuh cangkir kopi per hari.

Kecepatan seseorang mengolah kafein di dalam tubuh tidak mempengaruhi umur panjang, walaupun penelitian-penelitian yang sudah ada menunjukkan kalau konsumsi kopi dapat menimbulkan risiko tekanan darah tinggi atau serangan jantung pada orang-orang yang lambat memetabolisme kafein.

Loftfield menjelaskan kalau penelitian tersebut hanya meneliti konsumsi kopi pada orang yang sudah mengidap penyakit tersebut dan tidak meneliti risiko kematian secara keseluruhan. Dengan menggunakan penelitian Biobank, peneliti bisa mengamati data genetik yang sangat banyak, termasuk metabolisme kafein yang memungkinkan analisis yang lebih pasti.

"Pengertian kami tentang kopi dan kesehatan berdasarkan penemuan dari penelitian dan observasi, dan untuk memahami potensi mekanisme biologi yang mendasari asosiasi dari kopi dengan penyakit lainnya lebih lanjut perlu penelitian tambahan" ujar Loftfield.

Meskipun begitu, penemuan dari tim penelitian Loftfield ini memberikan bukti lebih kalau konsumsi kopi dapat menjadi bagian dari diet sehat.



(up/up)
News Feed