Terlalu Keras Meniup Hidung, Rongga Mata Wanita Ini Retak

Terlalu Keras Meniup Hidung, Rongga Mata Wanita Ini Retak

Luthfiadesta Andiko Putranti - detikHealth
Senin, 09 Jul 2018 12:03 WIB
Terlalu Keras Meniup Hidung, Rongga Mata Wanita Ini Retak
Hati-hati kalau meniup hidung, jangan sampai rongga matamu retak seperti yang terjadi pada wanita ini. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Seorang wanita berumur 36 tahun yang tidak disebutkan namanya datang ke London's North Middlesex University Hospital. Mukanya menunjukkan tanda-tanda kalau ia baru saja berkelahi. Ia mengeluhkan darah yang keluar dari hidungnya, pandangan kabur, dan merasakan bengkak dan rasa sakit yang parah di wajah sebelah kiri.

Dilansir dari TimeHealth, semua gejala ini menunjukkan fraktur rongga mata yang biasanya terjadi akibat dari tonjokan atau trauma wajah lainnya. Tapi yang menarik, wajahnya menjadi begitu hanya karena wanita ini meniup hidungnya.

"Ini sangat aneh. Fraktur rongga mata biasanya terlihat pada orang yang trauma, ditonjok, atau berkelahi. Aku tidak pernah mendengar ini terjadi hanya karena orang meniup hidungnya. Semua orang meniup hidungnya, tapi tidak matanya," ujar Dr Sam Myers, dokter yang menangani wanita tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Dr. Myers menjelaskan, memang mudah terjadi retak pada tulang-tulang kecil di wajah, tapi sangat 'jarang' jika itu terjadi hanya karena meniup hidup. Masih belum jelas mengapa wanita ini menjadi seperti itu.

Posisi yang tidak tepat saat ia meniup hidungnya dengan keras atau area kerangka dekat rongga mata yang melemah bisa menjadi alasannya. Wanita ini juga merokok sampai 20 batang rokok per harinya, dan itu juga bisa menjadi penyebabnya.

"Jika Anda menutup lubang hidung yang lain dan meniup hidung, kadang-kadang tekanannya lumayan besar, tapi jika tekanan itu hampir seperti tonjokan, itu sangat hebat," tutur Dr Myers.

Meskipun begitu, penyembuhan pada wanita ini cukup sederhana: frakturnya bersih, pengelihatannya tidak terpengaruh secara permanen, dan ia tidak membutuhkan operasi. Dokter hanya memberikan obat penahan rasa sakit, menyuruhnya untuk tidak meniup hidungnya sementara dan menghindari olahraga yang memiliki kontak, serta mengurangi konsumsi rokok.

Wanita tersebut sembuh dengan baik di tahun yang sama dengan kejadian itu. Meskipun masih merasakan efek sampingnya, setiap hari ia merasakan sakit pada wajah sebelah kirinya yang berlangsung sekitar 30 menit sampai beberapa jam.

(frp/mrs)

Berita Terkait