Rabu, 11 Jul 2018 08:45 WIB

Idap Psoriasis, Wanita Cantik Ini Pede Meski Banyak Bintik di Kulitnya

Widiya Wiyanti - detikHealth
Charlotte didiagnosis psoriasis, yaitu penyakit peradangan kronis dengan kondisi kulit yang memerah dan nampak bersisik akibat reaksi autoimun/Foto: Instagram/itsonlypsoriasis
Jakarta - Charlotte Agnew, wanita berusia 19 tahun ini mengidap penyakit yang tidak biasa. Charlotte didiagnosis psoriasis, yaitu penyakit peradangan kronis dengan kondisi kulit yang memerah dan nampak bersisik akibat reaksi autoimun.

Penyakit ini dirasa Charlotte tidak lama setelah dia masuk kuliah. Muncul bintik-bintik merah di kulitnya dan menyebar membuatnya merasa tidak percaya diri.

"Saya pertama kali melihat titik-titik merah kecil muncul di kulit saya pada usia 19 tahun. Namun, saya selalu memiliki kulit kepala yang sangat kering sejak usia 14 tahun," ujarnya dikutip dari Metro.

Charlotte merasa terasingkan dengan kondisi kulitnya yang seperti itu. Bintik-bintik merahnya menjadi luka yang rentan terjadi perdarahan dan terasa amat menyakitkan.

Ia mengaku butuh beberapa waktu untuk merasa percaya diri keluar rumah dengan kondisi kulitnya itu. Banyak orang yang selalu menatapnya, dan ada pula yang menanyakan mengenai penyakitnya itu.
Idap Psoriasis, Wanita Cantik Ini Pede Meski Banyak Bintik di KulitnyaCharlotte merasa terasingkan dengan kondisi kulitnya. Bintik-bintik merahnya menjadi luka yang rentan berdarah/Foto: Instagram/itsonlypsoriasis


Tonton juga 'Fakta Psoriasis, Kondisi Kulit yang Diidap Istri Caisar':

[Gambas:Video 20detik]

Di situlah Charlotte merasa ada peluang besar untuk mengubah perasaan negatifnya menjadi positif dengan secara terbuka berbicara pada orang lain mengenai psoriasisnya. Sekaligus untuk menyadarkan orang lain akan penyakit tersebut.

"Saya telah belajar untuk memasukkan bintik-bintik merah saya ke dalam gaya fashion saya dengan mengenakan pakaian yang lebih berwarna-warni, seperti selendang kepala yang sebelumnya digunakan untuk menyembunyikan psoriasis kulit kepala. Sangat menyegarkan karena akhirnya saya merasa bebas, tetapi butuh waktu beberapa saat untuk akhirnya sampai pada titik itu," aku Charlotte.

Charlotte pun melakukan beberapa kali eksperimen terkait penyebab masalah psoriasis yang diidapnya. Mengurangi beberapa makanan, dan ia mendapatkan bahwa pemicu terbesarnya adalah stres.

"Karena saya telah menambahkan kembali kelompok makanan tertentu, gula atau makan terlalu banyak gluten tampaknya menjadi yang paling responsif untuk kulit saya. Saat itulah kulit saya akan menjadi merah dan gatal," jelasnya.

"Stres mungkin adalah pemicu terbesar, namun sulit untuk saya sadari pada awalnya. Secara keseluruhan, saya pikir psoriasis itu sangat multi-fraktur yang membuatnya sulit untuk menunjuk tepat apa yang menyebabkannya, terutama karena ini tidak pernah terjadi pada saya sebelumnya," lanjutnya.

Beruntungnya, seluruh teman dan keluarga Charlotte selalu mendukung dan membantunya menghadapi kondisi kulit seperti itu. Ia pun menunjukkan bintik-bintik merah di kulitnya sebagai pola unik yang bisa dipamerkan di media sosial.

Bukan sekedar memamerkan, Charlotte pun sembari berkampanye mengenai psoriasis dan saling membantu dengan sesama pengidap.

"Menjadi berbeda itu tidak masalah, karena kita semua memiliki aspek yang membuat kita berbeda dari orang lain. Hidup akan sangat membosankan jika kita semua sama persis. Hidup saya menjadi lebih mudah sekarang setelah saya belajar memeluk kulit saya daripada mencoba menyembunyikannya," tutupnya.
(wdw/up)