Dikutip dari Everyday Health, direktur kesehatan Riley Hospital for Children Sleep Disorders Center di Indiana University Health Deborah Givan menjelaskan mengapa hal itu bisa terjadi.
"Ketika anda mengingat mimpi Anda, mungkin Anda terbangun di tengah mimpi Anda sehingga ingatan mengenai mimpi tersebut masih tergambar jelas. Atau mungkin Anda sedang mengingat mimpi terakhir yang dialami, karena orang cenderung bermimpi pada paruh kedua malam tidurnya," tuturnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain kondisi tubuh di atas, kondisi psikis seseorang juga dapat mempengaruhi kualitas tidur serta mimpi yang dialami pada malam harinya. Jika seseorang sedang memiliki banyak pikiran, mimpi yang terjadi cenderung mudah diingat oleh orang tersebut.
Dokter spesialis tidur dari Mercy Health-West Pulmonary, Sleep and Critical Care in Cincinnati Shyam Subramanian menjelaskan bahwa kesehatan pikiran juga bisa mempengaruhi kemampuan kita dalam mengingat mimpi.
"Kondisi pikiran yang depresi kadang membuat kaget keadaan mimpi itu sendiri yang membuat kita mengingat mimpi tadi setelah sadar," ucapnya.
Jenis kelamin juga memiliki pengaruh dalam kemampuan mengingat mimpi. Hasil studi jurnal Adolescent Health tahun 2011 memperlihatkan bahwa wanita memiliki ingatan yang lebih kuat dari pria untuk urusan mengingat mimpi. Serta orang yang menganggap dirinya kreatif cenderung memiliki ingatan mengenai mimpinya lebih kuat dibandingkan dengan yang tidak menganggap dirinya cukup kreatif.
Mengkonsumsi nutrisi yang mengandung vitamin B6 juga dipercaya dapat meningkatkan ingatan kita tentang mimpi yang terjadi, walaupun hanya sedikit bukti klinis yang dapat memastikan hal tersebut. Bila cara tersebut bisa mempengaruhi kehidupan kita secara positif, upaya ini sangat sepadan untuk diterapkan.
Jadi ingatkah apa mimpi terakhir kamu semalam?











































