Kamis, 19 Jul 2018 17:50 WIB

Jadi Bahan Baku Cangkang Kapsul, Rumput Laut Makin Dilirik

Hilda Meilisa Rinanda - detikHealth
Teknologi cangkang kapsul mulai beralih dari gelatin ke rumput laut (Foto: thinkstock) Teknologi cangkang kapsul mulai beralih dari gelatin ke rumput laut (Foto: thinkstock)
Surabaya - Cangkang kapsul biasanya terbuat dari gelatin hewan. Ada kemungkinan tidak halal karena gelatin banyak diproduksi dari babi. Namun, kini juga banyak temuan baru cangkang kapsul berbahan baku rumput laut.

"Yang menarik cangkang kapsul dari rumput laut ini adalah masalah kehalalan rumput laut. Karena seperti yang sudah disampaikan oleh Pak Wakil Rektor tadi, ada pula gelatin yang tidak halal. Tergantung gelatinnya karena gelatin itu dari binatang. Biasanya bisa dari sapi, bisa dari babi. Nah kita kan nggak tahu dari mana itu," ujar Deputi Kemenko Kemaritiman Bidang SDA dan Jasa Agung Kuswandoyo usai membuka Workshop tentang pembuatan cangkang kapsul di Universitas Airlangga (Unair) Kampus C Mulyorejo, Surabaya, Kamis (19/7/2018).

Selain lebih teruji kehalalannya, rumput laut juga sangat mudah diperoleh karena Indonesia merupakan negara pertama produsen rumput laut terbesar di dunia.

"Bahan baku rumput laut di Indonesia itu sangat melimpah kita adalah produsen rumput laut pertama di dunia," ungkapnya.

Tak hanya itu, selama ini Indonesia hanya dikenal sebagai pengekspor rumput laut kering saja. Padahal, rumput laut bisa dimaksimalkan pemanfaatannya untuk pembuatan bahan-bahan lainnya.

"Selama ini kita hanya mengekspor rumput laut kering saja dan itu nilai tambahnya kurang. Nah yang ini merupakan terobosan baru dan nilai tambah yang luar biasa," imbuh Agung.



Sebelumnya, cangkang kapsul rumput laut ini bukan merupakan inovasi baru. Di Indonesia sudah sering digunakan untuk produk kecantikan, namun masih impor. Menilik hal ini, Agung ingin memperkenalkan jika Indonesia kini mampu membuat sendiri.

"Kita sebetulnya banyak masih impor, tetapi yang sudah saya sampaikan tadi kita sudah mampu untuk membuat rumput laut ini menjadi berbagai macam produk. Hanya masalahnya masih dalam tahap laboratorium atau tahap universitas," tambahnya.

Untuk harganya sendiri, cangkang kapsul rumput laut di Indonesia ini ditaksir sepertiga lebih murah dari kapsul gelatin. Hal diharapkan bisa lebih diminati masyarakat karena harganya yang murah.

"Saat ini adalah bagaimana mempercepat dari penelitian yang sudah dilakukan untuk mampu diproduksi secara massal, jadi yang semula harga dari gelatin bisa diturunkan sampai sepertiganya dari produk rumput laut yang diolah. Kalau bisa turun dari harga sepertiganya pasti masyarakat akan lebih memilih yang lebih murah," kata Agung.

(up/up)
News Feed