Jumat, 20 Jul 2018 08:39 WIB

Viral Kasus Hipnotis di Jalanan, Ini Hubungan Hipnotis dan Psikologi

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Baru-baru ini video seorang ibu yang dihipnotis di jalanan viral. Psikolog menyebut sejatinya, ada hubungan antara psikologi dengan ilmu hipnotis. Foto: Ilustrasi oleh Zaki Alfarabi Baru-baru ini video seorang ibu yang dihipnotis di jalanan viral. Psikolog menyebut sejatinya, ada hubungan antara psikologi dengan ilmu hipnotis. Foto: Ilustrasi oleh Zaki Alfarabi
Jakarta - Baru-baru ini video rekaman CCTV yang memperlihatkan upaya hipnotis terhadap seorang ibu viral di media sosial. Ibu tersebut mengaku dihipnotis dan kehilangan uang Rp 40 juta serta perhiasan emas.

"Saya rasa pas lagi saat itu entah mama saya ditepuk, apa dengan tatapan mata, apa gimana saya nggak ngerti, bapak-bapak itu bilang, 'Nah Ibu ini tolong bantu orang asing dia jauh nyari alamat tapi nggak tahu alamatnya. Dia mau nukerin uang, kita bantu aja yuk,' kata dia gitu. Ke Bank BRI gitu soalnya si orang asing itu bilang, 'Saya mau nukerin dolar ini nih ke Bank BRI,'" ujar Nuril yang mengaku anak dari ibu tersebut, saat dihubungi detikcom.


Saksikan juga video 'Tamatnya Aksi Mamah Ica, Pelaku Hipnotis Siswi SD-SMP':

[Gambas:Video 20detik]



Hal senada juga terjadi di beberapa tempat. Korban hipnotis pun biasanya ditemukan dalam keadaan linglung dan kehilangan harta benda.

Padahal menurut psikolog dari Personal Growth, Monica Sulistiawati, hipnosis merupakan bagian dari ilmu psikologi. Lalu, apa bedanya hipnosis dengan hipnotis?

"Hipnosis (hypnosis) adalah kondisinya, kata kerjanya. Orang yang melakukan hipnosis disebut hypnotist atau hypnotherapist (orang yang memberikan terapi hipnosis)" terang Monica, mengawali pembicaraan dengan detikHealth.

Dalam ilmu psikologi, psikolog menggunakan beragam macam pendekatan untuk lebih memahami sifat dan perilaku manusia. Pendekatan dilakukan dengan berbagai macam teknik dan jenis seperti psikoanalisis, behavioristik, humanistik, dan sebagainya.

"Hipnosis merupakan bagian dari pendekatan psikoanalisis di mana di dalam pendekatan tersebut ada teori yang menyatakan pikiran manusia terdiri dari 3 bagian: pikiran sadar, pikiran sub-sadar, dan pikiran tidak sadar," tambahnya lagi.

Hipnosis, Monica melanjutkan, bekerja di dalam pikiran sub-sadar. Bagian pikiran sub-sadar dipercaya memengaruhi lebih dari 70 persen sifat dan perilaku manusia dibandingkan dengan pikiran sadar.

Orang yang dalam pengaruh hipnosis disebut Monica berada di kondisi sugestif dan terfokus. Karena itu, hubungan antara ilmu psikologi dengan hipnotis memang ada. Bahkan hipnoterapi lazim dilakukan psikolog untuk menangani pasien.

"Jika kita curiga kita sedang dalam pengaruh hipnosis atau tidak: segera buka mata, alihkan pikiran, katakan tidak, menghindar atau berlari," tutupnya.

Viral Kasus Hipnotis di Jalanan, Ini Hubungan Hipnotis dan Psikologi
(mrs/up)
News Feed