Jumat, 20 Jul 2018 13:17 WIB

Pertama di Indonesia, Operasi Kanker Tulang Dilakukan Tanpa Amputasi

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Tim RSUP Persahabatan berhasil melakukan operasi kanker tulang tanpa operasi (Foto: Frieda Isyana Putri) Tim RSUP Persahabatan berhasil melakukan operasi kanker tulang tanpa operasi (Foto: Frieda Isyana Putri)
Jakarta - Dunia medis Indonesia patut berbangga. Pada Rabu (18/7) lalu, telah berhasil dilakukan operasi tanpa amputasi pada pasien osteosarcoma atau kanker tulang oleh tim dokter RSUP Persahabatan Jakarta Timur.

Tim yang dipimpin oleh dr Sigit Daru Cahayadi, SpOT(K) Onk ini melakukan operasi penyelamatan tungkai (limb salvage) yang terjangkit tumor ganas dari seorang anak bernama Apriliani (15) dan berhasil menjalankan operasi pemasangan tulang buatan (prostese) dari metal yang disebut dengan total femur megaphresis.

"Ini adalah sejarah bagi RS Persahabatan. Banyak pihak yang terlibat dan mendukung, terutama pada saat memperoleh prostese (tulang buatan) yang cukup sulit. Operasi berjalan sekitar 12 jam," kata dr Sigit pada konferensi pers yang diadakan di RSUP Persahabatan, Jumat (20/7).


Saksikan juga video 'Tolong! Penderita Kanker Tulang ini Butuh Bantuan':

[Gambas:Video 20detik]



Apriliani mengeluh adanya benjolan di paha kanannya selama 8 bulan. Setelah memeriksakan ke RSUP Persahabatan dan melalui serangkaian pemeriksaan penunjang termasuk biopsi, Apriliani didiagnosis osteosarcoma (kanker tulang) dengan tumor ganas kira-kira sebesar bola tenis yang disebut osteosarcoma regio femur dextra.

Lewat clinicopathology conference dengan dokter berbagai disiplin serta dukungan dari berbagai jajaran termasuk tim dokter ortopedi onkologi dari RS Cipto Mangunkusumo, akhirnya diputuskan untuk melakukan operasi total femur megaphresis yang pertama kalinya di Indonesia, setelah umumnya penanganan pertama pada pasien osteosarkoma adalah amputasi kaki.

"Osteosarcoma ini keganasan pada tulang yang sering terjadi pada anak-anak. Yang kita bisa lihat ini mereka sedang sangat produktif, dan dari sisi psikologisnya jika rehabilitasi harus kehilangan tungkainya itu akan membuat sangat menderita sekali. Jadi pertimbangan ini melewati seleksi yang cukup berat," tutur dr Sigit lagi.

Apriliani menjalani operasi selama 12 jam.Apriliani menjalani operasi selama 12 jam. Foto: Frieda Isyana Putri


Keberhasilan operasi ini masih akan diteliti lebih lanjut untuk meninjau efek samping dan tindakan paska operasi. Dengan perkembangan zaman terutama dalam bidang medis di Indonesia, tentunya metode ini akan dapat dipertimbangkan ke depannya.

Pertama di Indonesia, Operasi Kanker Tulang Dilakukan Tanpa Amputasi
(frp/up)
News Feed