Sabtu, 21 Jul 2018 07:00 WIB

Cerita Inspiratif Pengidap Kanker Tulang Ganas yang Berhasil Sembuh

Christantio Utama - detikHealth
Amy Dilbeck seorang wanita yang inspiratif melawan ganasnya kanker tulang osteosarcoma/Foto: Livestrong Amy Dilbeck seorang wanita yang inspiratif melawan ganasnya kanker tulang osteosarcoma/Foto: Livestrong
Jakarta - Terdiagnosis kanker tulang ganas osteosarcoma bukanlah hal yang mudah untuk dihadapi. Selain penyakit ini sulit disembuhkan, prosesnya juga memerlukan pengorbanan yang tidak mudah.

Mirip seperti Apriliani yang telah berhasil menjalani operasi kanker tulang ganas osteosarcoma, Amy Dilbeck terlebih dahulu melewati fase berbahaya menghadapi kanker tulang osteosarcoma.

Dikutip dari Livestrong, Amy Dilbeck adalah seorang warga negara Amerika Serikat yang pernah terkena kanker tulang ganas ketika kecil.



"Aku terdiagnosis terkena kanker tulang ganas osteosarcoma 1 bulan sebelum ulang tahunku yang ke 16. Hidupku langsung berubah dalam waktu yang singkat karena kanker ini," ucapnya.

Serangkaian proses penyembuhan ia jalani untuk menghalahkan penyakit kanker yang menyerang bagian kakinya. Amy Dilbeck juga melakukan limb salvage (penyelamatan tungkai) seperti yang baru dilakukan oleh Apriliani Rabu (18/7/2018) kemarin.

"Aku melakukan operasi limb salvage dimana seluruh bagian tulang yang terserang kanker digantikan dengan metal,' katanya

"Tantangan fisik yang paling berat saya alami adalah bagaimana tubuh saya harus belajar jalan dan menggerakan seluruh bagian tubuh kembali. 2 sampai 3 kali seminggu saya rutin melakukan terapi fisik," lanjut Amy.

Cerita Inspiratif Pengidap Kanker Tulang Ganas yang Berhasil SembuhAmy Dilbeck adalah seorang warga negara Amerika Serikat yang pernah terkena kanker tulang ganas ketika kecil/Foto: Livestrong

Dukungan dari keluarga sangat Amy Dilbeck rasakan ketika proses pemulihan berlangsung.

"Secara emosional, perhatian keluarga aku menjadi sangat berubah. Ayah dan ibu begitu memperhatikan aku, adik perempuan serta laki-laki juga demikian," tuturnya.

"Sebaliknya, teman-teman di lingkungan sekolah tidak mengerti apa yang sedang aku alami, mereka cenderung merasa tidak peduli dan itu cukup menyedihkan," ungkapnya.

Penyakit kanker yang menyerang Amy Dilbeck sedikit banyak mengubah pandangan dirinya mengenai hidup.

"Setelah menyelesaikan terapi beberapa hal berubah dari sisi emosional dan fisik. Suatu saat aku menjadi pusat perhatian, tapi di sisi lain aku merasa berat untuk meninggalkan orang yang telah sangat peduli terhadap dirimu seperti suster dan dokter," tandasnya.

"Semuanya dimulai lagi dari awal, dimana seluruh pengalaman yang luar biasa ini membentuk diriku yang baru dan lebih baik dari yang sebelumnya," tutupnya.

(up/up)
News Feed