Senin, 06 Agu 2018 18:03 WIB

Mau Donasi Obat-obatan untuk Korban Gempa Lombok? Ini Saran Kemenkes

Widiya Wiyanti - detikHealth
Posko bantuan gempa Lombok di Surabaya. (Foto: Zaenal Effendi) Posko bantuan gempa Lombok di Surabaya. (Foto: Zaenal Effendi)
Jakarta - Hingga saat ini, berdasarkan data dari Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan, terdapat 200 pasien yang mengalami luka berat dan rawat inap dengan 91 korban jiwa yang meninggal di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).

Tim kesehatan dikerahkan untuk membantu proses evakuasi warga yang berada di Lombok Utara, Lombok Timur, dan Kota Mataram. Tim bantuan pun sudah disebar di berbagai titik di wilayah NTB guna memudahkan proses evakuasi.

"Hingga saat ini sudah sampai Lombok tim kesehatan kami. Kalau tidak salah spesialis bedah sudah 15 orang, diantaranya mereka berasal dari Bali, Jawa Timur, DIY, dan Makassar. Kemudian untuk tenaga kesehatannya dari TNI sendiri sudah masuk sebagak 291 orang," ujar Achmad Yurianto selaku Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan Kemenkes kepada detikHealth, Senin (6/8/2018).



"Tenaga kesehatan dari LSM (lembaga swadaya masyarakat) sudah masuk lebih dari 50 orang, di antaranya berasal dari Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sulawei Selatan," imbuhnya.

Obat-obatan yang disediakan Kemenkes pun dilaporkan masih mencukupi untuk para korban di NTB, namun pusat krisis kesehatan tetap terus memantau kondisi di NTB mengenai kebutuhan logistiknya.

Bagi siapapun yang ingin mendonasikan terutama obat-obatan, Achmad menyarankan untuk menghubungi Dinkes (Dinas Kesehatan) kabupaten dan provinsi setempat.

"Obat buffer stock (tingkat stock ekstra) di Lombok masih cukup. Semua kinerja kita pantau dari sistem komputer. Kalau ada yang mau mendonasi obat-obatan silahkan langsung ke Dinkes provinsi atau kabupaten," tutupnya.

(wdw/fds)