Penelitian dilakukan dengan menganalisis data warga negara Amerika Serikat yang berhenti merokok dari tahun 2002 hingga 2011. Setelah itu, data tersebut dikroscek dengan peraturan larangan merokok setempat, dan apakah partisipan merokok di rumah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mengurangi konsumsi merupakan tanda kesuksesan berhenti merokok. Dengan berhenti merokok, keluarga miskin bisa memangkas jarak pendapatan dengan keluarga menengah hingga 36 persen," ujar dr Maya Vijayaraghavan dari University of California, San Francisco, dikutip dari Reuters.
Peneliti berpendapat bahwa larangan merokok di rumah, apartemen, dan ruang publik membuat kesempatan perokok untuk merokok berkurang. Ketika merokok menjadi merepotkan, maka kemungkinan untuk mengurangi konsumsi, dan berhenti dalam jangka panjang akan meningkat.
"Perluasan daerah larangan merokok penting, bukan hanya untuk kesehatan, namun juga udara di sekitar rumah yang lebih bersih," tambahnya lagi.
Penelitian yang dipublikasikan di jurnal PLOS ONE ini merupakan bentuk merupakan dukungan ilmuwan Amerika Serikat terhadap peraturan baru U.S. Department of Housing and Urban Development (HUD).
Dalam peraturan baru tersebut, larangan merokok diberlakukan di daerah perumahan, apartemen, ruang publik, taman, dan jalan raya dengan radius 7,7 meter dari tempat tinggal.
Baca juga: Mau Berhenti Merokok? Ingat 5 Tips Berikut |











































