Rabu, 08 Agu 2018 15:03 WIB

Disebut Jadi Kandungan Obat Pembesar Payudara, Apa Sih Estradiol Itu?

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Foto: Instagram Stories @awkarin
Jakarta -
Selebgram fenomenal Awkarin sedang menjadi pusat perhatian warganet usai mengunggah endorse obat injeksi pembesar payudara dan pengencang vagina secara online. Protes dan komentar bertubi-tubi mengarah padanya. Unggahan tersebut dianggap salah kaprah karena menjual obat-obatan secara bebas.

Salah satu komentar datang dari seorang dokter bernama Falla Adinda. Dalam akunnya @falla_adinda ia mengatakan obat tersebut memiliki kandungan estradiol, yakni obat yang digunakan sebagai hormon replacement therapy atau terapi penggantian hormon.

"Wey.. :/ ngeri banget. Jangan dibeli ya. Bahaya. 1) ga jelas isinya apa 2) nyuntik itu ada caranya, ga bisa asal tusuk," komentar dokter tersebut.

Komentar dokter bernama Falla Adinda di Twitter, bahwa obat tersebut bisa jadi ada kandungan estradiol.Komentar dokter bernama Falla Adinda di Twitter, bahwa obat tersebut bisa jadi ada kandungan estradiol. Foto: Internet


Menurut Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Indonesia (PERAPI), dr Irena Sakura Rini, MARS, SpBP-RE, estradiol merupakan salah satu hormon yang terdapat dalam tubuh manusia. Hormon ini mengatur masalah fertilitas atau kesuburan.

Misalnya mengatur siklus haid, atau biasanya juga disebut sebagai hormon pengatur internal organ intim. Adanya kandungan hormon estradiol dalam obat injeksi di unggahan Awkarin tersebut, dr Irena mengatakan bisa benar dan bisa tidak. Namun ia lebih menyoroti praktek penjualannya.

"Mungkin benar, mungkin tidak. Tapi kalau sampai hormon bisa dijual online gitu.. Satu, mungkin bohong, nggak ada estradiolnya. Kedua, kalaupun ada estradiol, apa iya kita bakal beli di tempat yang nggak jelas. Lalu pemakaian estradiol itu orangnya paham nggak efeknya? Jadi bener apa nggaknya juga susah dibuktikan ya," tutur dr Irena kepada detikHealth, Rabu (8/8/2018).

Dalam praktek bedah plastik sendiri tidak pernah menggunakan hormon estradiol, lanjutnya. Bahkan dalam ilmu kedokteran tidak ada obat untuk mengencangkan payudara atau mengencangkan vagina, apalagi penyebaran obat-obatan atau alat kesehatan secara bebas termasuk ilegal.

"Penjualan alat-alat kesehatan tidak lewat fasilitas kesehatan itu illegal. Terus terang barang-barang yang dijualpun bukan barang yang legal ya," pungkasnya.

(frp/up)