Rabu, 08 Agu 2018 17:45 WIB

Berkaca dari Kasus Awkarin, Beli Obat Sebaiknya Jangan Online

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Foto: Dok. Instagram/awkarin Foto: Dok. Instagram/awkarin
Jakarta - Viral unggahan selebgram Awkarin yang di-endorse obat pembesar payudara dan pengencang vagina menuai banyak protes dari warganet. Dokter spesialis bedah dan Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Indonesia (PERAPI), dr Irena Sakura Rini, MARS, SpBP-RE, mengimbau tak hanya selebgram namun masyarakat juga harus lebih pintar soal ini.

"Kita harus rajin untuk mencari tahu, yang pasti cari dokternya dulu. Jadi masyarakat harus waspada. Dan urusan-urusan kesehatan yang tidak jelas ini sudah marak. Nah, kita harus lebih pinter dari dulu. Dulu kan nggak ada online jualan macem-macem. Masyarakat sekarang yang harus pintar, barang-barang online terutama kesehatan, apalagi sudah ada unsur jarum suntik dan sebagainya itu ilegal. Pasti itu," terangnya kepada detikHealth, Rabu (8/8/2018).

dr Irena menyebutkan bahwa obat-obatan seharusnya dibeli lewat resep dokter atau fasilitas kesehatan yang jelas, terutama izin dokter yang jelas. Pengobatan dalam hal apapun tidak boleh dilakukan tanpa pengawasan dokter. Dan seharusnya dilakukan di tempat yang disarankan seperti rumah sakit atau klinik yang berizin benar (karena banyak calo-calo izin klinik).

Obat-obatan yang dijual bebas seperti yang diiklankan oleh para selebgram, tak hanya Awkarin, juga belum jelas akan kandungan dan manfaatnya. Jika obat-obatan atau alat kesehatan dipasarkan seperti ini tanpa pengawasan dokter dapat menimbulkan efek samping dan risiko.


Efek samping yang akan ditimbulkan bisa beragam, bisa jadi infeksi, tumor, atau bahkan kanker. Serangan jantung atau kejang juga bisa terjadi karena obat masuk ke tempat yang salah. Yang fatal bisa menyebabkan kehilangan payudara atau organ intim, hingga kematian.

"Jual-belinya tetep berjalan, tapi kalau ada risiko, yang bicara hukum. Terus nanti kalau terjadi infeksi, mau nuntut sama online-nya? Siapa yang mau nanggung biayanya? BPJS nggak akan mau menanggung biaya-biaya yang penyakitnya nggak jelas, jadi harus tanggung sendiri," imbuhnya.




Ia juga mengimbau kepada para selebgram agar lebih selektif lagi mengenai barang yang mereka endorse atau iklankan. Dan hindari endorse yang berhubungan dengan obat-obatan yang diperjualbelikan lewat online.

"Belanja online tuh batasi lah ya, cukup membeli barang-barang yang umum saja. Tapi kalau obat-obatan sebaiknya jangan lewat online. Apapun kesulitan membeli obat lebih baik membeli di tempat yang sah," tutup dr Irena.

(frp/up)
News Feed