Selasa, 14 Agu 2018 06:34 WIB

Studi: Kolesterol Baik Tidak Selalu Baik untuk Tubuh

Widiya Wiyanti - detikHealth
Kolesterol baik atau high-density lipoprotein (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Kita kenal ada dua jenis kolesterol, kolesterol baik atau high-density lipoprotein (HDL) dan kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL). Pastinya kita berharap di dalam tubuh kita lebih banyak HDL dibandingkan LDL.

Memiliki kadar HDL yang tinggi memang dianggap positif. Namun itu mungkin tidak berlaku bagi semua orang. Sebuah penelitian baru yang dipublikasikan di jurnal Arteriosclerosis, Trombosis, dan Vascular Biology menunjukkan bahwa kadar HDL yang tinggi tidak selalu sehat bagi jantung wanita yang sudah pascamenopause.

Pada umumnya, dikutip dari Live Science, HDL melindungi jantung dengan membawa LDL jauh dari arteri dan hati, di mana ia dapat dipecah dan dihilangkan dari tubuh. Namun para peneliti menemukan bahwa HDL pada wanita pascamenopause tidak selalu menjadi pelindung.

Penelitian tersebut melibatkan hampir 1.400 waita di Amerika Serikat yang berusia 45-84 tahun. Wanita pascamenopause dengan kadar HDL lebih tinggi yang ditentukan dengan metode pengujian konvensional memiliki risiko lebih besar untuk terkena aterosklerosis atau penyempitan dan penebalan arteri.

Sementara wanita pascamenopause dengan kadar HDL lebih tinggi berdasarkan pengujian mobilitas ion memiliki risiko lebih rendah terkena aterosklerosis.



Tapi itu bukan hanya jumlah kadar HDL yang diukur dengan pengujian ion-mobilitas yang membuat perbedaan dalam risiko jantung. Ukurannya juga penting. Sejumlah partikel HDL yang lebih kecil dikaitkan dengan risiko rendah aterosklerosis pada wanita pascamenopause, sementara partikel HDL yang lebih besar dikaitkan dengan risiko lebih besar aterosklerosis, terutama pada wanita yang mendekati menopause.

"Temuan ini menunjukkan bahwa partikel HDL yang besar mungkin lebih rentan terhadap disfungsi ketika wanita mendekati menopause," ujar peneliti utama, Samar El Khoudary yang juga seorang ahli epidemiologi di Sekolah Pascasarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Pittsburgh.

Namun, menurut seorang ahli jantung dan direktur medis dari Joan H. Tisch Pusat Kesehatan Wanita di NYU Langone Health di New York City, dr Nieca Goldberg, kolesterol yang baik atau jahat bukan satu-satunya faktor risiko yang menyebabkan penyakit jantung.

"Bagaimanapun, mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan kesehatan jantung mereka dengan berfokus pada diet, aktivitas fisik, dan kebiasaan gaya hidup sehat ketika mereka mendekati masa menopause dan seterusnya," tegasnya.

Saksikan juga video ' Bahaya Kolesterol yang Terlalu Tinggi ':

[Gambas:Video 20detik]

(wdw/up)