Rabu, 15 Agu 2018 12:03 WIB

Dinar Candy Kena 'Begal Payudara', Ini Faktor Anak jadi Pelaku Pelecehan

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Dinar Candy yang mengalami begal payudara, ia menyebut pelakunya bocah belasan tahun. Foto: Noel/detikHOT Dinar Candy yang mengalami begal payudara, ia menyebut pelakunya bocah belasan tahun. Foto: Noel/detikHOT
Jakarta - Di media sosial sedang ramai pemberitaan mengenai Dinar Candy yang menjadi korban 'begal payudara' saat nge-DJ di Lampung. Ia mengungkap sudah menemukan pelakunya yang ternyata masih bocah belasan tahun.

"Bingung juga ya gimana. Orang setelah diselidiki yg megang aku itu masih bocah belasan tahun," tulis Dinar di Instagram seperti dikutip dari detikHOT.

Menurut penelitian, ada beberapa faktor yang pada umumnya membuat anak rentan menjadi pelaku pelecehan seksual, seperti misalnya tinggal di lingkungan yang kental kesenjangan gendernya, sehingga cenderung melihat dan memperlakukan pihak yang lebih lemah sebagai objek.

Tak hanya itu, anak yang memiliki pengalaman terekspose pada konten yang berbau seksual atau pornografi, serta kekurangan kesempatan dan pembiasaan melakukan kegiatan-kegiataan pengembangan diri yang menyenangkan sesuai dengan usia serta minatnya, dapat meningkatkan risiko tersebut.


Sebelumnya, di tahun 2016, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise menyebut dalam sehari rata-rata ada 25 ribu anak yang mengakses konten berbau pornografi. Jumlah tersebut separuh dari jumlah rata-rata dunia yakni 50 ribu.

Tak bisa diremehkan, dampak terpapar video porno bagi anak sangat besar. Psikolog Alzena Masykouri dari Klinik Kancil pernah menjelaskan kepada detikHealth, jika video porno dapat menimbulkan kebingungan sikap. Nah kebingungan sikap ini jika tidak mendapat bimbingan akan membuat anak-anak mengira perilaku porno yang semula tabu ternyata jadi perbuatan yang biasa.

"Anak yang semula berpikir itu sesuatu yang tidak sopan tapi ternyata justru dilakukan dan direkam. Ini membuat mereka bingung," kata Alzena,

Lebih lanjut, dikhawatirkan terjadi penurunan nilai-nilai moral di anak. Hal-hal seperti di video porno akan diingat si kecil bukan hal yang tabu. Selain terjadi penurunan aspek moral, yang paling ditakuti adalah si anak akan mengeksplorasi dirinya atau bersama temannya meniru hal-hal tak senonoh.

"Meskipun anak hanya sekali melihat atau mendengar mengenai kasus seperti ini, tapi dampak yang ditimbulkan bisa sampai jangka panjang termasuk psikologis si anak," ujar Alzena.






Tonton juga 'Anak Ketahuan Nonton Film Porno? Ini Cara Menyikapinya':

[Gambas:Video 20detik]

(ask/up)
News Feed