Gelembung Putih di Daging Hewan Kurban Tanda Tuberkulosis?

Gelembung Putih di Daging Hewan Kurban Tanda Tuberkulosis?

Firdaus Anwar - detikHealth
Kamis, 16 Agu 2018 15:38 WIB
Gelembung Putih di Daging Hewan Kurban Tanda Tuberkulosis?
Gambar yang beredar di Whatsapp tentang daging sapi kurban terinfeksi tuberkulosis. (Foto: internet)
Jakarta - Mendekati hari raya Idul Adha, pemerintah mengimbau agar warga memilih hewan kurban yang sehat dan bersertifikat. Berkaitan dengan hal tersebut beredar juga pesan berantai yang meminta warga berhati-hati terhadap daging kurban dengan bintil atau gelembung putih.

Disebutkan bahwa gelembung tersebut adalah tanda-tanda infeksi bakteri tuberkulosis (TB). Pesan mengimbau agar warga tidak mengolah daging tersebut karena berisiko menular.

"Attention: Jika di daging ada gelembung putih seperti di atas ... Daging jangan di olah atau di konsumsi ... Tanda tsb adalah tuberkulosis pada hewan dan bisa menular ke manusia ... TBC," tulis pesan yang diterima detikHealth.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Menanggapi hal ini spesialis paru dr Frans Abednego Barus, SpP, dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menyebut bahwa memang bisa saja gelembung putih jadi tanda TB pada hewan. Hanya saja perlu uji laboratorium lebih jauh untuk benar-benar memastikannya.

"Bisa jadi iya itu tuberkulosis yang dialami oleh hewan. Tapi tentu perlu dipastikan bahwa gelembung putih itu TBC atau bukan melalui uji lab," komentar dr Frans.

Penelurusan detikHealth lebih jauh menemukan bahwa gambar yang digunakan dalam pesan berantai didapat dari situs resmi pemerintah Michigan, Amerika Serikat. Dalam situs dijelaskan bahwa gambar menunjukkan tanda-tanda infeksi TB pada rusa ekor putih (Odocoileus virginianus).

Unggahan asli oleh pemerintah Michigan menjelaskan ini gambar rusa dengan tuberkulosis.Unggahan asli oleh pemerintah Michigan menjelaskan ini gambar rusa dengan tuberkulosis.( Foto: Michigan Department of Natural Resources)


Daerah Michigan selama beberapa tahun terakhir melihat adanya peningkatan kasus TB hewan sehingga mengimbau para pemburu lebih berhati-hati ketika menguliti hewan buruannya. Manusia disebut bisa terinfeksi terutama saat menghirup butiran liur halus yang dihembuskan hewan saat batuk.





Tonton juga 'Mitos Menyesatkan Tentang Penyakit Tuberkulosis':

[Gambas:Video 20detik]

(fds/up)

Berita Terkait