Sabtu, 18 Agu 2018 13:00 WIB

Memiliki Harta Berlimpah, Elon Musk Menangis Karena Tekanan Psikologis?

Christantio Utama - detikHealth
Elon Musk pendiri perusahaan teknologi SpaceX dan Tesla. (Foto: Elon Musk) Elon Musk pendiri perusahaan teknologi SpaceX dan Tesla. (Foto: Elon Musk)
Jakarta - Kita pasti mengenal seorang laki-laki bernama Elon Musk. Orang yang mendirikan perusahaan otomotif Tesla dan SpaceX ini memiliki harta yang sangat melimpah karena hasil kerja kerasnya selama ini.

Namun memiliki harta yang berlimpah ternyata tidak membuat Elon Musk bahagia dalam menjalani hidupnya. Dalam sebuah wawancara yang dilakukan dengan New York Times, terlihat bahwa Elon Musk menangis karena pekerjaan yang dia lakukan terlalu berat. Ia mengaku bekerja hingga 120 jam dalam seminggu dalam setahun belakangan ini.



Menurut Karel Himawan seorang psikolog dari Universitas Pelita Harapan, menangis merupakan salah satu cara menyalurkan emosi yang ada dalam diri seseorang. Dalam keadaan senang ataupun sedih seseorang bisa mengekspresikannya dengan air mata.

"Itu bagian dari reaksi emosional saja. Orang-orang lebih sensitif secara emosional biasa menunjukan reaksi yang lebih intens juga, salah satunya dengan mengeluarkan air mata," ujar Karel kepada detikHealth beberapa waktu yang lalu.

Sebuah penelitian juga membuktikan bahwa seseorang yang bisa menyalurkan emosinya adalah orang-orang yang sehat secara psikologis. Menangis adalah salah satu caranya.

Karena wawancara tersebut saham dari perusahaan Tesla turun hampir mencapai 9 persen.

"Rasanya kita sudah tidak lagi di zaman di mana paham 'lelaki tidak boleh menangis atau menangis berarti lemah' dianggap benar," jelas Karel.

(Christantio Utama/up)