Minggu, 26 Agu 2018 09:01 WIB

5 Tahun Tenggelam, Kini MERS Kembali Muncul di Inggris

Frieda Isyana Putri - detikHealth
5 tahun tenggelam, kini MERS kembali muncul di Inggris/Foto: thinkstock 5 tahun tenggelam, kini MERS kembali muncul di Inggris/Foto: thinkstock
Jakarta - Kasus terakhir dari Middle East respiratory syndrome (MERS) atau sindrom pernapasan Timur Tengah ditemukan pada 2013 lalu. Setelah 5 tahun sunyi kabar, seorang pasien di Inggris terdeteksi mengidap virus mematikan tersebut.

Pasien ini sedang berkunjung ke Inggris menggunakan penerbangan Saudi Arabian Airlines saat terdeteksi dan langsung dibawa ke rumah sakit di Liverpool yang khusus menangani penyakit infeksi pernapasan. Diduga, ia tertular saat berada di Timur Tengah sebelum berkunjung ke Inggris.

"Dinas Kesehatan Masyarakat Inggris (PHE) sedang menelusuri pihak-pihak yang di sekitar dan yang berkontak langsung denan pasien untuk memberikan saran dan memonitor mereka jika dibutuhkan," terang Dr Jenny Harries, direktur deputi medis di PHE, dikutip dari CNN.



MERS merupakan penyakit pernapasan yang disebabkan oleh Middle East respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV) dan satu keluarga dengan virus yang menyebabkan severe acute respiratory syndrome (SARS) atau sindrom pernapasan akut. Penyakit ini pertama kali dilaporkan di Arab Saudi tahun 2012 lalu dan diduga berawal dari unta.

Gejalanya meliputi kesusahan bernapas, demam, batuk, gagal ginjal dan masalah pencernaan, dan terkadang bahkan tak menunjukkan gejala sama sekali. Belum pasti jelas metode penularannya, namun umumnya menyebar melalui kontak dekat dengan pengidap, sehingga kemungkinan besar tertular dari sekresi pernapasan seperti batuk.

Outbreak MERS terakhir dilaporkan di Korea Selatan pada 2015 lalu, di mana sejumlah 86 orang terinfeksi dan 36 di antaranya meninggal dunia. Ribuan orang juga ikut dikarantina akibat kejadian tersebut.







Tonton juga 'Antisipasi MERS, Menkes Imbau Jemaah Hati-Hati dengan Unta':

[Gambas:Video 20detik]

(frp/up)
News Feed