Senin, 27 Agu 2018 16:03 WIB

Berotak Buaya, Manusia Cenderung Mudah Menerima Hoax

Rosmha Widiyani - detikHealth
Hoax dan ujaran kebencian erat kaitannya dengan kerja otak manusia (Foto: thinkstock) Hoax dan ujaran kebencian erat kaitannya dengan kerja otak manusia (Foto: thinkstock)
Jakarta - Istilah croc brain kependekan dari crocodile brain saat ini kembali mengemuka. Sistem kerja otak ini dianggap paling bertanggung jawab atas mudahnya penyebaran kabar miring (hoax). Dokter bedah saraf Roslan Yusni Hasan dari Tahir Neuroscience Center RS Mayapada mengatakan, croc brain bekerja secara emosional bukan rasional.

Croc brain atau otak buaya adalah bagian yang lebih dulu berkembang dibanding neocortex pada manusia. Neocortex memungkinkan manusia menggunakan akal untuk bertindak, bukan sekadar insting untuk melindungi diri atau merasa nyaman. Dikutip dari psycheducation.org, croc brain merupakan bagian dari brain one yang berada di bagian pusat otak.

Brain one dinamakan R Complex yang merupakan kependekan Reptile Complex. Struktur dan fungsi R Complex sama dengan yang ada di ular dan kadal. Psycheducation.org menyebut R Complex sebagai housekeeping brain yang bertanggung jawba atas hal-hal dasar. Hal ini mencakup rasa lapar, kontrol suhu, respons atas rasa takut, mempertahankan wilayah, dan menjaga keamanan.



Bagian otak lain pada manusia yang berbagi dengan hewan adalah sistem limbik atau limbus. Brain two terletak membungkus brain one dengan bentuk mirip cangkang atau korset. Fungsi bagian ini mirip dengan yang terdapat pada anjing, kucing, dan kuda, dan tikus. Berbeda dengan reptil, mamalia mampu mengatur hormon, suasana hati, dan memori.

Bagian ketiga adalah cortex yang bisa dilihat dari luar struktur otak. Cortex memungkinkan primata melakukan lebih banyak hal dibanding mamalia. Primata mampu berinteraksi sosial dan merencanakan kegiatan dengan lebih baik, misal menyerang kelompok lawan. Pada manusia cortex berkembang cukup besar untuk memfasilitasi perkembangan bahasa.



Saksikan juga video 'Begini Cara Kerja 'Cuci Otak' dr Terawan':

[Gambas:Video 20detik]

Berotak Buaya, Manusia Cenderung Mudah Menerima Hoax
(up/up)
News Feed