Selasa, 04 Sep 2018 10:08 WIB

Empat Negara Belajar Program KB di Indonesia

Usman Hadi - detikHealth
4 negara belajar program keluarga berencana (KB) dari Indonesia. Foto: Thinkstock 4 negara belajar program keluarga berencana (KB) dari Indonesia. Foto: Thinkstock
Sleman - Sebanyak tujuh orang dari empat negara belajar program keluarga berencana (KB) di Indonesia. Mereka mengikuti pelatihan di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mulai hari ini sampai beberapa hari ke depan.

National Programme Officer for Advocacy United Nations Population Fund (UNFPA) Samidjo menuturkan, pelatihan tersebut merupakan wujud kerjasama Selatan-Selatan. Melalui program ini Indonesia membagikan pengalamannya tentang KB.

"Oh ya, Indonesia dianggap cukup berhasil di dalam program KB," kata Samidjo kepada wartawan di sela pelatihan, Senin (3/9/2018).

Keempat negara tersebut yakni Bangladesh, Papua Nugini, Ghana, dan Timor Leste. Samidjo menuturkan, sebenarnya ada lima negara yang ingin belajar program KB di Indonesia, satunya adalah Afganistan. Namun negara tersebut urung datang.

"(Ada peserta dari) Afganistan mengundurkan diri karena pesertanya kecelakaan," ungkapnya.

Samidjo menjelaskan, para peserta tersebut datang ke Indonesia untuk belajar international training comprehensive right-based family planning. Lebih khusus mereka belajar program KB yang dianggap berhasil.

"Comprehensive dalam arti mereka kita berikan pengalaman Indonesia dari A sampai Z, dari program KB secara umum, dari policy, dan seluruh alat-alat tentang pelayanan kontrasepsi, tentang konseling, dan evaluasi, dan sebagainya," ucapnya.



Peserta international training menyimak pemaparan pemateri, Senin (3/9/2018).Peserta international training menyimak pemaparan pemateri, Senin (3/9/2018). Foto: Usman Hadi


Program KB di Indonesia memang dianggap berhasil. Indikatornya yakni persentase ibu-ibu yang memakai alat kontrasepsi sebanyak 63 persen. Kemudian angka pertumbuhan penduduk di Indonesia kini hanya 1,43 persen per tahun.

"Jadi kita harapkan setelah pelatihan ini mereka bisa mempratekkan apa yang mereka pelajari di sini. Supaya mereka bisa melaksanakan pelayanan kontrasepsi di negara masing-masing," ungkapnya.

"Syukur kalau (peserta pelatihan) bisa menjadi trainer bagi dokter-dokter lain yang ada di negara mereka. Makanya ini sangat ketat sekali pemilihan pesertanya," lanjutnya.

Kepala Pusat Pelatihan, dan Kerjasama Internasional BKKBN, Hermansyah mengatakan, kegiatan pelatihan tersebut merupakan wujud kerjasama sejumlah pihak. Seperti UNFPA, Sekretariat Negara, BKKBN, dan UGM Yogyakarta.

"Ini (pelatihan) sudah merupakan yang ketiga kali, tiga tahun ini. Masing-masing institusi ini punya peran masing-masing, BKKBN kebagian akomodasi, dan menyiapkan akseptor. Kemudian UNFPA bagian teknis menyeleksi peserta," tuturnya.

"Salah satu isinya knowledge sharing ya, bagaimana negara-negara mereka kan untuk ikut serta KB-nya masih di bawah Indonesia. Jadi belajar ke Indonesia bagaimana mengelola program kependudukan dan keluarga berencana," pungkas dia.



Saksikan juga video 'Promosi KB Lewat Kampung Keluarga Berencana':

[Gambas:Video 20detik]

Empat Negara Belajar Program KB di Indonesia



(up/up)
News Feed