Rabu, 05 Sep 2018 14:07 WIB

Flu Burung Masih Berpotensi Jadi Penyakit Pandemi di Indonesia

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Seorang petugas memberikan vaksin flu burung (Foto: Imam Suripto/detikcom)
Jakarta - Influenza atau flu merupakan penyakit yang bisa menyerang baik manusia dan hewan. Virus flu memiliki beberapa serotipe (karena terus bermutasi) yang berpotensi menjadi wabah atau pandemi, yang paling terkenal adalah A (H1N1) pada tahun 1918 dan tahun 2009 lalu yang lebih dikenal dengan swine flu atau flu babi atau flu burung.

Sebelas tahun terakhir, Indonesia juga tak lepas dari pandemi tersebut dengan mutasi virus H5N1 yang menelan korban sebanyak 168 jiwa. Kementerian Koordinator Pembangunan Masyarakat dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menyebut flu burung masih berpotensi kembali jadi pandemi di Indonesia, terlebih lagi di tahun 2016 ditemukan mutasi baru virus H9N2.

"Kasus pada unggas masih ada secara sporadis di beberapa provinsi. Tapi pada manusia dalam tiga tahun terakhir sudah tidak ada. Potensi menjadi pandemi pasti ada, yang ditakutkan virus tersebut berkolaborasi dengan influenza di manusia, dan bermutasi terus karena itu kita harus waspada," tutur drg Naalih Kelsum MPH, Asisten Deputi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Kemenko PMK, saat ditemui di sela acara Pertemuan Koordinasi dan Penyusunan Rencana Kerja Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Berpotensi Pandemi, Rabu (5/9/2018).



Virus H1N1 ditularkan melalui binatang kepada manusia, umumnya ada pada babi atau unggas. Virus ini disebut paling mematikan dari sekian banyak virus mutasi influenza lainnya. Oleh karena itu Pihak FAO dan pemerintah Indonesia melakukan surveilans dalam rangka pencegahan EID (emerging infectious diseases) di Indonesia, yang menjadi salah satu hotspot penyakit infeksi pandemi di Asia.

Surveilans dilakukan pada 1.631 sampel di peternakan babi di Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Sumatera Utara dan Bali, ditemukan 19 positif influenza tipe A. Sedangkan profiling pada penangkaran burung belibis di Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah, dari sebanyak 528 sampel unggas ditemukan 8 positif influenza tipe A.

Selain flu burung, virus Nipah yang berasal dari kelelawar yang sempat menjadi pandemi di India juga dilakukan dalam surveilans, Gorontalo menjadi provinsi yang menjadi fokus virus ini. Kemudian zika, anthrax dan rabies juga masih perlu diwaspadai.

"Ada beberapa kejadian zoonosis seperti rabies di NTT, Sumatera Utara, Sumatera Selatan. Anthrax di Kulonprogo Yogyakarta dan Sulawesi Selatan. Secara lokal masih ada, masih jadi endemis," imbuh Naalih.

Dengan cukup banyak penyakit yang berpotensi pandemi di Indonesia, maka dilakukan penentuan zoonosis prioritas. Dari pihak Kementerian Kesehatan RI telah memfokuskan pada tiga penyakit, yakni flu burung, rabies dan athrax. Penyakit timur tengah MERS-Cov juga pernah diprediksi mengingat banyaknya jamaah haji dari Indonesia, namun hingga kini belum terbukti.

"Kita tidak bisa memprediksi pandemi, namun pandemi bisa terjadi kapan saja bahkan yang berasal dari luar. Kita harus siap jangan sampai meluas," tandas Naalih.

(frp/up)