Rabu, 05 Sep 2018 18:49 WIB

Saran FAO dan WHO untuk Indonesia dalam Cegah Pandemi Penyakit

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Saran WHO dan FAO untuk cegah pandemi di Indonesia. Foto: Thinkstock
Jakarta - Sekitar 80 persen penyakit berpotensi wabah atau pandemi berasal dari hewan, yang disebut dengan zoonosis. Misalnya penyakit flu burung, di mana Indonesia pernah menjadi negara dengan jumlah korban tewas terbanyak di dunia, yakni sebanyak 168 jiwa.

Penyakit lain seperti Ebola di Afrika, Nipah di India, atau MERS-Cov di Timur Tengah serta Rabies dan Antraks menjadi beberapa jenis penyakit berpotensi pandemi. Walau hingga kini Indonesia tidak terjadi pandemi namun belum tentu bebas sama sekali.

Dr N Paranietharan, perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Indonesia dan Timor Leste menyebut warga Indonesia juga bisa ikut berpartisipasi dalam pencegahan pandemi ini. Sarannya, mengutamakan sanitasi dan higienitas.

"Saran termudah yang bisa saya berikan adalah pastikan bahwa kamu mencuci tangan sebelum makan, setelah makan dan sebelum menyiapkan makanan. Dan juga untuk area pribadi kita. Serta pastikan makanan yang akan kita makan disiapkan di lingkungan yang bersih dan higienis. Sebenarnya mencuci dengan sabun lebih dari cukup untuk mencegah kita dari tertular penyakit," katanya kepada detikHealth, Rabu (5/9/2018).


Hal senada diimbuhkan oleh Stephen Rudgard, perwakilan Indonesia untuk Organisasi Pangan dan Agrikultur PBB (FAO). Dalam pencegahan, FAO telah melakukan intervensi langsung di bagian hulu, yakni pada hewan sebagai sumber penyakit dan penularan (vektor), seperti misal memvaksinasi hewan.

"Kami bekerja dalam fokus hewan ternak. Peternakan kecil yang beternak ayam dan bebek harus bisa memastikan mereka punya sanitasi yang baik pada apapun yang mereka produksi. Mengisolasi yang sakit, memvaksinasinya, memastikan bahwa para hewan ternaknya sehat sebelum dipasarkan dan yang mengurus produksinya juga harus bersih," katanya.

Ia menyebutkan bahwa kasus penyakit pandemi lebih banyak terjadi pada peternak atau pihak yang menangani hewan yang terinfeksi virus secara langsung. Sehingga, mencegah mulai dari sumbernya adalah hal yang vital.

"Kami selalu memerhatikan tentang wabah karena fokus kami adalah tentang bagaimana mencegahnya. Sebelum jadi besar kita harus mencegahnya," tandas Paranietharan.

(frp/ask)