Rabu, 12 Sep 2018 12:00 WIB

Mengenal Polycoria, Satu Mata Memiliki Dua Pupil atau Lebih

Widiya Wiyanti - detikHealth
Polycoria, kelainan yang menyebabkan satu mata memiliki dua pupil atau lebih. Foto: Instagram/nazynarcos Polycoria, kelainan yang menyebabkan satu mata memiliki dua pupil atau lebih. Foto: Instagram/nazynarcos
Jakarta - Biasanya pada setiap mata memiliki satu pupil yang berfungsi menentukan kuantitas cahaya yang masuk ke dalam mata. Pupil mata akan melebar jika kondisi ruangan yang gelap, dan akan menyempit jika kondisi ruangan terang.

Tetapi ada kelainan langka yang menyebabkan mata memiliki lebih dari satu pupil, kelainan tersebut disebut polycoria. Bisa memengaruhi satu mata atau keduanya.

Dikutip dari Healthline, ada dua jenis polycoria, yaitu polycoria sejati (true polycoria) dan polycoria pseudopolikoria. Polycoria sejati ditandakan dengan adanya dua atau lebih pupil yang terpisah di dalam satu iris mata.

Sedangkan polycoria pseudopolikoria ditandai dengan dua atau lebih pupil tetapi tidak dipisahkan oleh otot sfingter. Polycoria jenis ini pupil tambahan biasanya merupakan cacat pada iris mata yang dapat menyebabkan masalah penglihatan.



Pupil pada kelainan ini biasanya cenderung lebih kecil dari ukuran normal, yang berarti akan lebih sedikit cahaya yang masuk ke dalam mata. Itu bisa menyebabkan meredupnya penglihatan mata karena pupil tidak berfungsi secara efektif.

Tanda-tanda polycoria selain munculnya dua pupil atau lebih, adalah penglihatan kabur, penglihatan ganda, bermasalah dengan silau, atau ada semacam jembatan di bagian iris mata dengan pupil.

Penyebab polycoria ini belum diketahui dengan jelas, namun ada beberapa kondisi yang dikaitkan, seperti katarak, glaukoma, perkembangan bannormal pupil, atau mata yang abnormal.

(wdw/up)
News Feed