Sabtu, 15 Sep 2018 17:00 WIB

Jangan Berenang Memakai Softlens Jika Tak Ingin Seperti Ibu Ini

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi penggunaan lensa kontak. Foto: Thinkstock Ilustrasi penggunaan lensa kontak. Foto: Thinkstock
Jakarta - Nahas bagi ibu beranak dua, Emma Jenkins saat berenang di kolam renang hotel pada hari libur tahun 2013 justru matanya terkena infeksi.

Ini lantaran ia memakai lensa kontak atau softlens saat berenang. Meskipun hanya sekitar 20 menit di dalam air, Emma merasa mata kirinya sakit parah usai berenang. Ia juga mengaku sakit kepala, penglihatan kabur, dan rasa sakit ketika membuka matanya.

Dokter mendiagnosisnya dengan uveitis anterior, yaitu peradangan pada lapisan tengah mata termasuk iris dan jaringan sekitarnya. Softlens itulah yang ternyata mengundang bakteri yang akhirnya terperangkap di matanya.

"Saya tidak tahu bahwa memakai lensa kontak di kolam itu sangat berisiko," ujar Emma dikutip dari Daily Mail.


Dokter memberinya obat tetes mata steroid yang harus digunkannya secara rutin. Selang hanya tiga hari, Emma kehilangan penglihatannya karena bakteri berkembang sangat cepat dan menyebabkan ulkus (luka) besar yang menutupi iris mata.

"Benar-benar sakit, tetapi saya cukup tenang karena saya benar-benar berpikir itu akan baik-baik saja. Saya pikir itu hanya infeksi yang sangat parah," tuturnya.

Kondisi ini telah menyebabkan jaringan parut tebal dan penuh pada mata kiri Emma, yang berarti dia hanya bisa melihat gerakan dan cahaya melewatinya.

Kondisi ini dilewati Emma hingga beberapa tahun, dan akhirnya pada tahun 2016 bahwa ia menjadi kandidat yang cocok untuk cangkok kornea.

Dalam transplantasi, jaringan yang rusak dihilangkan dan diganti dengan jaringan sehat dari donor dalam upaya mengembalikan fungsi penglihatannya.

"Saya berjuang untuk hidup hanya dengan satu mata dan akhirnya, dokter setuju transplantasi kornea adalah pilihan terbaik saya," ungkap Emma.


Prosedur ini memakan waktu kurang dari setengah ja, dan di hari yang sama Emma diperbolehkan pulang ke rumah dengan mata yang bisa melihat lagi.

"Setelah sembuh, saya mulai dapat melihat lebih banyak dan lebih banyak lagi," katanya.

"Sayangnya, mereka tidak dapat menghilangkan jaringan parut penuh. Saya sekarang bisa melihat lebih banyak dari mata sebelumnya tetapi tidak sepenuhnya jelas," lanjutnya.

Emma pun lebih sadar akan bahaya dari lensa kontak. Meksipun ia mengaku masih menggunakannya, ia jadi lebih berhati-hati sekarang.

(wdw/up)
News Feed