Senin, 17 Sep 2018 17:31 WIB

Stem Cell Belum Tersedia untuk Diabetes dan Gangguan Jantung

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ilustrasi stem cell. Foto: thinkstock Ilustrasi stem cell. Foto: thinkstock
Jakarta - Indonesia saat ini belum menyediakan layanan terapi stem cell untuk diabetes dan gangguan jantung. Terapi yang diberikan merupakan riset berbasis pelayanan, yang harus diberikan di rumah sakit rujukan pemerintah. Pemerintah belum mengeluarkan izin, selain untuk 11 rumah sakit pendidikan di seluruh Indonesia.

Stem cell sendiri sebetulnya bukan jawaban atas semua gangguan yang dialami masyarakat. Ada kondisi tertentu yang memungkinkan pasien menerima terapi stem cell.

"Terapi tidak bisa diberikan pada pasien yang mengalami gangguan gen, misal penderita down syndrome dan autisme spektrum red syndrome," kata peneliti sel punca dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Radiana Antarianto, Senin (17/9/2018).

Terapi stem cell bersifat lokal bukan sistemik yang mempengaruhi seluruh fungsi tubuh. Sementara, gangguan sel bersifat sistemik yang berpengaruh pada sistem kerja organ tubuh. Hal inilah yang menyebabkan stem cell bukan jawaban utama, terhadap penyakit akibat gangguan genetik.



Stem cell pada pasien dengan gangguan gen bersifat terapi pendamping, yang tidak bisa berdiri sendiri. Pasien tetap perlu terapi lain untuk menunjang kehidupannya sehari-hari, misal rehabilitasi medik. Stem cell juga menjadi bahan pembelajaran untuk memperoleh metode terapi yang lebih baik.

Hingga saat ini stem cell lebih banyak diberikan pada pasien dengan gangguan tulang atau osteoarthritis. Sebanyak tiga kolegium tengah mengajukan diri untuk menyusun layanan terapi stem cell terstandar. Kolegium tersebut adalah orthophedi dan traumatologi, bedah plastik, dan penyakit dalam.

(up/up)
News Feed