Kamis, 20 Sep 2018 09:30 WIB

Komentar Psikolog Klinis Soal 8 Bulan Masa Sulit dalam Perkawinan

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Potret kemesraan Angel Lelga dan Vicky Prasetyo (Foto: Pool/Noel/DetikFoto.) Potret kemesraan Angel Lelga dan Vicky Prasetyo (Foto: Pool/Noel/DetikFoto.)
Jakarta - Vicky Prasetyo dan Angel Lelga dikabarkan bercerai, kabar ini tentunya sangat disayangkan mengingat mereka dikenal sebagai pasangan yang serasi. Isu ini merebak ketika Vicky memajang fotonya bersama Angel Lelga di Instagram dengan keterangan yang sendu.

"Sahabat saya pernah berkata sambil bergurau : Vic ...Rumah tangga dari awal sampai 8 bulan itu berat karena pasti akan merasakan apapun tapi jika lolos akan terasa lebih mudah kedepanya ....Dan hari ini km benar, Saya gagal menjadi pemenang di rumah saya sendiri..tepat di bulan ke8 akhirnya semua jadi kenyataan," tulis Vicky.

Terlepas dari masalah Vicky Prasetyo dan Angel Lelga, benarkah 8 bulan adalah masa awal yang berat bagi pernikahan? Rosdiana Setyaningrum, M.Psi, MHPEd, psikolog klinis dari RS Pluit Jakarta memberikan penjelasannya nih kepada detikHealth.



"Kalau menurut saya sebenarnya sepanjang pernikahan adalah masa sulit ya, karena yang namanya manusia mengalami berbagai macam hal tuh. Kita aja yang dari orangtua yang sama, misalnya kakak adik, bisa bedakan tingkah lakunya, karakternya, apalagi ini orang lain. Kalau dibilang masa kritis ya masa kritis terus ya, harus diusahakan terus," ungkapnya melalui saluran telepon.

Kadang terlalu sibuk melakukan pekerjaan, dan merasa sudah merasa saling mengetahui urusan masing-masing, Rosdiana mengungkap pasangan kerap kali lupa kalau mereka harus saling mengusahakan. Dengan beginilah pernikahan diharapkan akan terus berjalan dan langgeng.

Masa 'ujian' pernikahan untuk menuju hubungan yang langgeng pun berlangsung terus nih, tak cuma tahun-tahun awal, meskipun memang tahun awal pernikahan adalah masa penyesuaian yang harus dihadapi juga.

"Tahun-tahun awal pernikahan memang masa penyesuaian. Nanti biasanya di 5 tahun, agak jarang sih 5 tahun, nanti ada lagi 10 tahun karena kalau misalnya mulai grow apart. Nah di 20 tahun, nanti ada lagi tuh kalau mereka misalnya menahan pernikahan demi anak-anak, anaknya kan udah pada gede. Akhirnya sekarang merebak juga tuh tren yang mereka nunggu dua puluh tahun cerai karena nunggu anak-anaknya besar," pungkasnya.



Saksikan juga video 'Fakta! Tiap Tahun, Ribuan Wanita di Jakarta Gugat Cerai':

[Gambas:Video 20detik]

(ask/up)
News Feed