Rabu, 26 Sep 2018 11:35 WIB

Capaian Belum Maksimal, Imunisasi MR di Pekanbaru Diperpanjang

Chaidir Anwar Tanjung - detikHealth
Ilustrasi pemberian vaksin difteri (Foto: Lamhot Aritonang) Ilustrasi pemberian vaksin difteri (Foto: Lamhot Aritonang)
Pekanbaru - Pelaksanaan imunisasi campak/rubella (MR) di luar Pulau Jawa hingga batas waktu bulan September 2018 masih jauh dari target. Menteri Kesehatan memberikan perpanjangan waktu hingga sebulan lagi.

"Kita sudah menerima surat dari Menkes bagi daerah yang belum mencapai target maksimal 95 persen di luar Jawa, diizinkan untuk kembali memperpanjang program vaksin MR," kata Kadis Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, kepada detikHealth, Rabu (26/9/2018).

Menurut Mimi, perpanjangan waktu hingga Oktober 2018 ini tentunya masih terkait pencapaian secara nasional tahap II setelah Jawa masih di bawah yang diharapkan. Pencapaian terakhir hingga 20 September 2018 secara nasional baru 48,8 persen.

"Kita juga sebelumnya telah berkirim surat ke Menkes terkait pencapaian di Riau yang juga belum maksimal 95 persen. Kini Menkes sudah memberikan perpanjangan pemberian vaksin di seluruh daerah yang belum tercapai target," kata Mimi.

Mimi membeberkan, data terakhir 23 September dari 12 kabupaten dan kota tertinggi baru mencapai 54,48 persen di Kab Kuansing. Untuk pencapaian paling rendah di Kota Dumai hanya 4,13 persen, selanjutnya Kab Siak 6,05 persen.

"Untuk Pekanbaru sendiri hanya 17,13 persen. Selebihnya rata-rata di atas 21. Pencapaian kita memang masih rendah," kata Mimi.



Karenanya dengan penambahan waktu vaksin MR hingga akhir Oktober, Diskes Riau mengajak semua pihak untuk mendorong warga memberikan vaksin MR ke anak-anak mereka.

"Kita mencoba melakukan pendekatan ke kepala daerah yang ada, agar mendorong warganya untuk ikut program imunisasi vaksin MR demi kesehatan generasi mendatang," kata Mimi.

Sebelumnya, Diskes Riau menghadirkan sejumlah anak-anak yang lahir terkena campak. Anak-anak itu terlahir tidak sempurna karena saat kehamilannya ibunya terkena campak.



Anak-anak itu terlahir dengan kondisi pendengarannya yang rusak. Sehingga di antara anak-anak itu harus menjalani operasi di batok kepalanya untuk dibuatnya alat pendeteksi suara. Gendang telinganya tak lagi berfungsi.

Diskes Riau sengaja menghadirkan para kaum ibu yang terkena campak, untuk memberikan pengalamannya di hadapan media. Mereka berharap, apa yang dirasakan para korban campak ini, jangan terkena pada yang lain lagi. Sehingga mereka mendorong masyarakat untuk segera memberikan vaksin kepada anak-anak mereka.




Saksikan juga video 'Seputar Imunisasi dan Tips Mengatasi Demam Setelahnya':

[Gambas:Video 20detik]

(cha/up)
News Feed