Jumat, 28 Sep 2018 15:58 WIB

Tidak Harus dengan Pencet Komedo, Begini Tips Facial yang Baik

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ilustrasi facial. Foto: Thinkstock Ilustrasi facial. Foto: Thinkstock
Jakarta - Viral kisah wanita yang mengaku tertular HIV (human immunodeficiency virus) diduga karena facial yang melibatkan pemencetan jerawat meresahkan banyak warganet di media sosial. Walau begitu, kasus ini disebut jarang terjadi meski memang ada kemungkinan penularan apabila ada kesalahan dalam penanganan alat.

Jika kamu ingin melakukan perawatan wajah atau facial, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Yang pertama tentu saja pastikan salon yang dituju merupakan tempat yang dipastikan steril, terpercaya, dan ditangani langsung oleh tenaga medis atau dokter agar tidak mengalami kasus yang sama.

Selanjutnya tentu memerhatikan kondisi kesehatan kulit. DR Dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK, FINSDV dari klinik DNI SKIN CENTRE Denpasar menegaskan bahwa facial idealnya tidak harus disertai metode pemencetan komedo yang rutin karena dapat menyebabkan pori-pori kulit menjadi besar.


"Pemencetan sebaiknya lebih baik oleh dokter atau tenaga medis yang kompeten karena dapat menentukan jenis komedo mana yang bisa langsung dipencet and komedo mana yang harus dilubangi jarum sebelumnya," imbuhnya kepada detikHealth.

Selain itu, memerhatikan kondisi kulit juga penting. Perawatan wajah selain membuat cantik juga menyehatkan kulit wajah kita, karena itu lebih baik hindari facial apabila terdapat iritasi atau kemerahan karena dapat memperparah.

Jika wajah juga sedang berjerawat, boleh facial namun biasanya akan diberi pilihan. Oleh karena itu perhatikan dengan seksama pilihan yang diambil. Dokter yang lebih akrab disapa dr Darma ini juga menyarankan sebaiknya melakukan facial rutin selama dua minggu sekali.

(frp/up)
News Feed