Sabtu, 29 Sep 2018 18:49 WIB

Awas! Dokter Bilang, Menahan BAB Bisa Tingkatkan Risiko Serangan Jantung

Annissa Widya Davita - detikHealth
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Jangan sepelekan kebiasaan menunda alias menahan BAB (buang air besar). Jangan salah, ternyata ini salah satu hal yang bisa memicu serangan jantung lho, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung.

Menurut spesialis jantung dan pembuluh darah, dr Vito A. Damay, SpJP(K), dari RS Siloam Lippo Village, seseorang yang sering menahan BAB punya risiko mengalami sembelit atau konstipasi. Ketika BAB jadi tidak lancar karenanya, ada kecenderungan untuk mengejan saat tiba waktunya BAB.

Bagi orang yang memiliki penyakit jantung, mengejan untuk memaksakan BAB saat konstipasi bisa memicu risiko serangan jantung.

"Memang orang yang punya penyakit jantung sebaiknya tidak boleh mengejan, karena itu meningkatkan risiko tekanan yang tinggi dalam rongga jantung," ujarnya, saat ditemui detikHealth di kawasan Lippo Karawaci, Jumat (28/09/2018).


"Saat kita mengejan secara langsung akan meningkatkan risiko aritmia atau gangguan irama jantung yang fatal dan bisa menyebabkan kematian," lanjut dr Vito.

Selain itu, dr Roy Christian, SpJP(K), juga menambahkan, pada kondisi jantung kita tidak stabil, hal inilah yang bisa menimbulkan risiko serangan jantung.

"Terutama saat penyakit jantung akut atau sedang tidak stabil, karena itu suatu beban untuk jantung," tutur dokter Roy.

Namun secara umum jantung dan pencernaan tidak memiliki hubungan langsung. Namun bukan berarti tidak saling berpengaruh. Maka dari itu, jika memiliki riwayat penyakit jantung harus lebih berhati-hati dalam menjaga pola hidup, agar hal sepele seperti menahan BAB tidak berujung maut, oke?

(Annissa Widya Davita/up)
News Feed