Selasa, 02 Okt 2018 16:23 WIB

Heboh Minuman Torpedo dan Remaja Sayat Lengan di Riau, Ini Faktanya

Chaidir Anwar Tanjung , Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi gangguan jiwa (Foto: thinkstock) Ilustrasi gangguan jiwa (Foto: thinkstock)
Jakarta - Sejumlah grup whatsapp diramaikan diskusi tentang minuman kemasan 'Torpedo' belakangan ini. Ada anjuran untuk tidak mengonsumsinya terkait isu kandungan benzodiazepin dan kasus puluhan remaja di Riau yang menyayat lengan sendiri.

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru telah melakukan pengujian sampel dan memastikan tidak ada kandungan benzodiazepin dalam minuman tersebut. Pengujian dilakukan menyusul temuan zat berbahaya dalam tes urine pada sejumlah siswa.

"Kita melakukan uji laboratorium berdasarkan surat Kepala BNN (Badan Narkotika Nasional) Kota Pekanbaru pada 21 September 2018. Surat permohonan (BNNKP) menerangkan bahwa setelah melakukan tes urine di lingkungan sekolah dan ditemukan banyak siswa siswa yang positif Benzo," jelas Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan BBPOM Pekanbaru, Adrizal, kepada detikHealth, Selasa (2/10/2018).



Sampel minuman diperiksa berasal dari BNNK Pekanbaru dan dibandingkan dengan data premarket Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Hasilnya, disimpulkan minuman Torpedo rasa aneka buah terdaftar di BPOM dengan nomor izin edar SD 132644341 dan masih berlaku.

"Jadi intinya, minuman tersebut tidak mengandung zat yang berbahaya," kata Adrizal.

Sebelumnya, 56 siswa SMP di Pekanbaru dikabarkan menyayat lengan sendiri. Perilaku aneh ini dilaporkan ke BNNK Pekanbaru. Hasilnya, perilaku tersebut tidak berhubungan dengan efek minuman maupun obat berbahaya benzodiazepin. Kepada BNNK Pekanbaru, para siswa mengaku menyayat lengan karena terpengaruh tontonan di Youtube.

Benzodiazepine merupakan golongan psikitropika yang berfungsi sebagai obat tidur dan penenang. Ketua PDSKJI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia) dr Eka Viora, SpKJ menyebut, efek benzodiazepine tidak memberikan efek kebal seperti pengakuan para siswa.

"Efek benzodiazepine itu sedatif malah bikin orang jadi tidur," jelas dr Eka.

(up/up)