Memulihkan Kepercayaan Usai Bohong seperti Ratna Sarumpaet, Mungkinkah?

Memulihkan Kepercayaan Usai Bohong seperti Ratna Sarumpaet, Mungkinkah?

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Rabu, 03 Okt 2018 17:19 WIB
Memulihkan Kepercayaan Usai Bohong seperti Ratna Sarumpaet, Mungkinkah?
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Ratna Sarumpaet mengaku melakukan operasi plastik untuk sedot lemak di pipinya, di mana sebelumnya ia diberitakan mengalami penganiayaan. Berita simpang siur ini terjadi lantaran alasannya ketika ditanyai sang anak saat melihat wajahnya yang lebam usai oplas.

"Saya membutuhkan alasan ke anak saya dan saya katakan saya dipukul orang. Dalam 1 minggu ke depan saya terus dikorek, namanya juga anak," ucapnya, dikutip dari detikNews.


Perihal orang tua berbohong pada anak memang menjadi hal yang lazim kita temui. Tak jarang jika terlalu sering dilakukan, sang anak justru bisa jadi kehilangan kepercayaan pada sang ortu. Lalu bagaimana caranya mengembalikan kepercayaan mereka?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menjawabnya, psikolog Bona Sardo berkata hal tersebut tergantung dari pola hubngan dan gaya komunikasi antara orang tua dan anak. Misalnya, jika ortu terbiasa untuk berkomunikasi secara terbuka pada anak, pasti suatu saat mereka akan menjelaskan alasan mengapa mereka berbohong pada saat itu.

"Dengan ini anak akan belajar pula bahwa kadang manusiawi untuk berbuat salah, tapi setelah kesalahan tentu ada konsekuensi yang harus kita terima," lanjut Bona, saat dihubungi oleh detikHealth, Rabu (3/10/2018).

Akan tetapi jika komunikasi orang tua dan anak justru tertutup, maka Bona menegaskan sampai kapanpun ortu akan hidup dalam kebohongan dan anak jadi belajar bahwa kebohongan bisa jadi satu cara yang efektif.


Simak Juga 'Ratna Sarumpaet Ngaku Bohong soal Penganiayaan Dirinya!':

[Gambas:Video 20detik]





(frp/up)

Berita Terkait