"Bersama pihak sekolah, kita sudah menurunkan tim psikolog untuk mengetahui kejiwaan para siswa yang melakukan sayat tangan," kata Kadisdik Pekanbaru, Abdul Jamal kepada detikHealth, Kamis (4/10/2018).
Menurut Jamal, kasus sayat tangan ini sudah terjadi beberapa pekan yang lalu. Sikap siswa yang tak wajar itu, dinilai karena pengaruh nonton di YouTube.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tren sayat tangan yang dilakukan para siswa dinilai tidak wajar. Karenanya psikolog dilibatkan untuk mengetahui kejiawaan para siswa.
"Jadi psikolog ini kita turunkan untuk mengetahui kondisi kejiawaan mereka. Karena memang mereka melakukan itu untuk tren semata," kata Jamal.
"Tak ada yang mesti saya tutup-tutupi masalah ini. Silahkan tanyakan langsung ke siswanya," tutup Jamal.











































