Selasa, 09 Okt 2018 18:02 WIB

Bisakah Low Vision Memicu Kebutaan?

Annissa Widya Davita - detikHealth
Atlet Judo Miftahul Jannah yang mengidap low vision (Foto: Rifkianto Nugroho/detikSport)
Jakarta - Judoka Indonesia, Miftahul Jannah tengah hangat diperbincangkan. Kondisinya yang memiliki penglihatan yang melemah atau low vision ini ternyata menjadi salah satu faktor risiko yang bisa menyebabkan kebutaan.

Dokter spesialis mata, dr Tjahjono, SpM, memberikan penjelasan bahwa kebutaan sendiri memiliki dua faktor, yaitu kebutaan langsung atau sejak lahir, dan juga kebutaan yang diawali dengan tahapan low vision.

"Kebutaan itu ada yang langsung ada yang bertahap, misalkan orang terkena penyakit, lama-lama penglihatannya akan menurun, nah itu yang dinamakan low vision," tuturnya, kepada detikhealth, Selasa (9/10/2018).



Orang dengan keadaan low vision masih dapat melihat. Penglihatannya dapat diukur. Jika masih bisa melihat dengan jarak lebih dari tiga meter maka masih dikatakan low vision, jika kurang dari tiga meter maka sudah dianggap mengalami kebutaan.

dr Tjahjono menambahkan, kecelakaan pada retina mata, glaukoma, dan diabetes, merupakan salah satu penyebab dari terjadinya low vision yang bisa berujung kebutaan.

"Contohnya kalau orang tersebut matanya kecelakaan, korneanya robek dan jadi katarak. Nah itu yang menyebabkan indra penglihatannya lama-lama akan turun, kemudian jika tidak ditambah alat bantu akan menyebabkan kebutaan," tegasnya.

(up/up)