Kamis, 11 Okt 2018 15:55 WIB

Heboh Pesta Tukar Pasangan, Perilaku Seks Bisa 'Menular'?

Widiya Wiyanti - detikHealth
Pelaku pesta tukar pasangan di Jawa Timur. Foto: Hilda Meilisa Rinanda Pelaku pesta tukar pasangan di Jawa Timur. Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Jakarta - Pesta tukar pasangan atau seks swinger merupakan perilaku menyimpang yang terjadi di Jawa Timur. Pelaku mengaku juga menawarkan penyimpangan ini pada istrinya, dan istrinya pun mengiyakan untuk melakukan penyimpangan tersebut.

Bisakah perilaku menyimpang tersebut bisa menular dari seseorang ke orang lain? Jawaban psikiater dr Nova Riyanti Yusuf, SpKJ dari Rumah Sakit Jiwa Dr Soeharto Heerdjan adalah tidak.

"Di jiwa nggak ada istilah menular, tapi ada gangguan delusi atau waham, yaitu keyakinan yang salah yang tidak dapat dibelokkan oleh fakta-fakta atau opini," ujarnya kepada detikHealth, Kamis (11/10/2018).

Dokter yang akrab disapa Noriyu itu menjelaskan bahwa kemungkinan yang terjadi adalah folie a deux, yang dalam bahasa Perancis berarti 'kegilaan yang dibagi dua'. Yaitu sindrom yang gejalanya keyakinan yang tidak benar atau khayalan dari salah seorang ke orang lainnya.



Selain itu, ada pula istilah folie a trois yang merupakan keyakinan yang tidak benar atau khayalan pada satu kelompok.

Keduanya ditegaskan dr Noriyu bukan menular, namun keyakinan yang sama pada satu orang dengan orang lain. Kemungkinan, perilaku menyimpang ini juga ada melalui suatu kontrak.

"Mengadopsi perilaku sexuality itu ada kontraknya, misalnya seperti sadomasokis. Sado yang lakukainya, masokis si perempuan yang disakiti," jelas dokter yang juga Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia Cabang DKI Jakarta.

Setiap individu pasti memiliki psikodinamika, perilaku seseorang yang psikisnya mengalami perubahan sehingga pelaku melakukan penyimpangan tersebut.

"Jadi ini belum jelas," tutupnya.




(wdw/up)
News Feed