Selasa, 16 Okt 2018 15:01 WIB

30 Persen Siswa SD di Jakarta Memiliki Masalah Mata Minus, Kok Bisa?

Annissa Widya Davita - detikHealth
Fungsi penglihatan yang terganggu dapat memengaruhi proses belajar anak. (Foto: Annissa Widya Davita/detikHealth) Fungsi penglihatan yang terganggu dapat memengaruhi proses belajar anak. (Foto: Annissa Widya Davita/detikHealth)
Jakarta - Tidak dipungkiri lagi, kemajuan teknologi yang terus melejit secara tidak langsung memberikan kesempatan generasi muda untuk menyicipi 'gadget' sebagai teman bermainnya.

Sayangnya, penggunaan gadget yang berlebihan juga menjadi salah satu faktor risiko yang memicu anak untuk terkena risiko penyakit mata. Koordinator Lions Club bagian kesehatan mata, Maria Rantung, sebut 30 persen anak SD di Jakarta mengalami masalah mata seperti minus dan silinder.



"Data dari Lions Club awalnya untuk wilayah jakarta sendiri hanya 10 persen. Nah, semakin berjalannya waktu, tahun 2018 ini sudah mencapai 30 persen," ujarnya, saat ditemui detikHealth di SDN Bungur 01 Jakarta Pusat, Senin (26/10/2018).

"Faktor utamanya adalah penggunaan gadget. Tentu saja ini merupakan kondisi yang sangat membahayakan sekali," tegas Maria.

Bakti sosial yang dilakukan Lions Club bertujuan untuk merangkul siswa SDN Bungur 01 yang cukup terabaikan dari sisi kesehatan matanya. Selain itu, mereka juga menyelipkan edukasi bagaimana menjaga mata agar tetap sehat.

"Seperti yang kita tahu, bahwa mata adalah jendela dunia. Tujuan dan harapan kami adalah, agar anak-anak penerus bangsa ini bisa maksimal dalam mecapai cita-cita, tidak terhalang oleh pandangan," tutupnya.





Tonton juga 'Yuk, Ajak Anak Periksa Mata Secara Rutin':


[Gambas:Video 20detik] (up/up)
News Feed