Rabu, 17 Okt 2018 14:55 WIB

Meghan Markle Hadapi Risiko Bepergian ke Negara Rentan Virus Zika

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Foto: Dok.Getty Images Foto: Dok.Getty Images
Jakarta - Juru bicara Istana Kensington Inggris mengumumkan rencana keberangkatan Meghan Markle dan Pangeran Harry ke kawasan Oceania yang meliputi Australia, Fiji, Tonga, dan Selandia Baru.

Wilayah yang akan dikunjungi oleh Meghan yakni Fuji dan Tonga, merupakan daerah dengan potensi penyebaran virus zika. Walau disarankan untuk menunda keberangkatannya, Meghan dan Pangeran Harry tetap memutuskan berangkat kesana.


Zika merupakan virus yang ditularkan oleh nyamuk aedes aegypty. Virus ini dapat menurunkan sistem imun dan menyerang saraf.

Direktur dari Center for Infectious Disease Research and Policy (CIDRAP) University of Minnesota, Michael T. Osterholm. PhD, MPH mengatakan bahwa bepergian ke daerah yang rentan virus zika, resiko penularan bisa cepat terjadi.

"Penularan dari virus ini sangat cepat, nyamuk bisa menggigit kapan saja. Kita bisa saja membawa virus ini ke negara kita apabila terinfeksi secara tidak sadar," ujarnya saat ditemui di IMERI Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rabu (17/10/2018).

Sebelumnya, Istana Kensington juga telah mengumumkan kehamilan Meghan Markle. Hal ini menjadi perhatian serius karena virus zika juga sangat rentan tertular pada janin.

"Virus zika bisa transfer ke plasenta. Jika hal ini terjadi, perkembangan bayi akan terganggu sehingga mengakibatkan kecacatan saat kelahiran," tambahnya.

Sebelum berangkat, Meghan telah diberikan beberapa saran medis sebelum mengunjungi FIji dan Tonga agar tetap terjaga dari penularan virus tersebut.

"Kadang kita lupa bahwa nyamuk sangat berbahaya. Bahkan jika vaksin dari penyakit ini sudah ditemukan, potensi penularan masih bisa terjadi," tutupnya.






Tonton juga 'So Sweet! Pangeran Harry Langgar Protokol untuk Foto dengan Anak Kecil':

[Gambas:Video 20detik]

(Khadijah Nur Azizah/fds)
News Feed