Kamis, 18 Okt 2018 19:35 WIB

Pacitan, Kabupaten Pertama yang Seluruh Desa Bebas BAB Sembarangan

Purwo Sumodiharjo - detikHealth
Menkes memberikan penghargaan untuk daerah yang bebas BAB Sembarangan (Foto: istimewa) Menkes memberikan penghargaan untuk daerah yang bebas BAB Sembarangan (Foto: istimewa)
Surabaya - Pemkab Pacitan getol membudayakan gaya hidup sehat. Itu dimulai dengan beberapa terobosan. Yakni dengan gerakan cuci tangan dengan sabun dan larangan buang air besar sembarangan. Gerakan itu bahkan sudah menjangkau 171 desa yang ada.

Atas keberhasilan tersebut, pemerintah pusat mengganjar daerah berjuluk Kota 1001 Gua. Anugerah itu bernama 'Penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Berkelanjutan'. Penyerahan berlangsung di Jakarta, Kamis (18/10/2018) siang.

"Atas dukungan semua pihak serta partisipasi aktif masyarakat semua, maka kita dapat meraihnya. Jadi penghargaan ini adalah untuk masyarakat Pacitan," kata Bupati Indartato dihubungi detikHealth usai menerima penghargaan.

Bupati berharap semangat hidup sehat terus dipupuk dan dikembangkan. Sebab kesehatan pada dasarnya merupakan modal dasar terwujudnya masyarakat sejahtera. Apalagi seiring kepadatan penduduk dan laju pembangunan, sanitasi yang baik adalah sebuah keharusan.

"Oleh karena itu salah satu aspek terpenting lainnya adalah pengelolaan sampah secara benar. Dimulai dari pemilahan sampah organik dan anorganik," papar Indartato.


Kita (Pacitan) dinyatakan menjadi daerah pertama di Indonesia yang berhasil melaksanakan ODF (Open Defecation Free) di seluruh desaKepala Dinas Kesehatan Pacitan dr Eko Budiono


Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan dr Eko Budiono bilang Program ODF (outdoor dafication free) sudah lama dilakukan. Hal itu lantas diikuti kampanye menyeluruh hingga ke tingkat desa. Verifikasi pun sudah dilakukan hingga tingkat provinsi dan nasional tahun 2014.

"Hasilnya kita dinyatakan menjadi daerah pertama di Indonesia yang berhasil melaksanakan ODF di seluruh desa," imbuh Eko.

Menurut Eko, program prioritas yang diusung pemerintah daerah bermuara pada perubahan perilaku bersih. Ke depan pihaknya akan lebih fokus membudayakan 5 pilar. Sasarannya semua rumah tangga.

Kelima pilar tersebut adalah ODF, gerakan cuci tangan dengan sabun, serta ketersediaan pangan dan air bersih. Adapun 2 pilar lain adalah penanganan sampah dan pengolahan limbah cair.

"Komitmen Pak Bupati luar biasa. Ini harus kita sambut positif. Ayo bersih dan sehat. Mari mulai dari diri sendiri," ajaknya.

(up/up)
News Feed