Minggu, 21 Okt 2018 10:45 WIB

Waspadai Kanker Serviks dengan Mendeteksinya Sejak Dini

Nabila Nufianty Putri - detikHealth
Foto: shutterstock Foto: shutterstock
Jakarta - Bahaya kanker serviks terus mengintai banyak wanita di dunia, tidak terkecuali Indonesia. Faktanya, virus yang dikenal dengan nama Human Papilloma Virus (HPV) dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dimulai dari infeksi HPV saat kontak seksual hingga berkembang menjadi kanker di mulut rahim.

Perlu diwaspadai, WHO mengungkapkan sebagian besar infeksi HPV tidak disadari karena tidak disertai gejala. Biasanya gejala baru muncul ketika sudah terlambat dan pada stadium lanjut.


Untuk mengetahui apakah seseorang berisiko terkena kanker serviks bisa dilakukan dengan cara melakukan tes HPV. Tes ini biasanya dilakukan bersamaan dengan papsmear.

Perlu diketahui, pemeriksaan ini memiliki sensitivitas tinggi dengan fungsi masing-masing yang berbeda, tetapi saling melengkapi untuk membantu dokter dalam menentukan langkah apa yang selanjutnya harus diambil. Upaya preventif ini dianjurkan dilakukan berkala bagi wanita yang sudah kontak seksual.

Marketing Manager PT. KalGen DNA, dr. Angela Ardhianie, mengatakan dengan melakukan tes HPV, seseorang yang kemungkinan mengidap kanker serviks bisa mengetahuinya sejak awal atau sebelum sel berubah ke arah pra-kanker

Jika diketahui sejak dini infeksinya, maka akan sangat membantu dalam usaha untuk mencegah perluasan infeksi HPV ke sel-sel leher rahim sekitarnya.

"Tes HPV untuk skrining, artinya menentukan apakah ada risiko atau tidak. Karenanya, lebih tepat dilakukan saat seorang wanita sudah kontak seksual. Kalau vaksin tujuannya lebih untuk perlindungan, antibodi terhadap virus HPV subtipe tertentu diperkuat sehingga kalau ada virus HPV dengan subtipe yang dikenalinya sebagai musuh masuk ke sel serviks, maka antibodi akan melawan dan menghancurkannya," ungkap dr. Angela kepada detikHealth, Jumat (19/10/2018).


Upaya preventif lain yang bisa dilakukan adalah melakukan vaksinasi. Namun pencegahan ini tidak 100% melindungi.

"Sayangnya vaksin yang ada saat ini hanya memberi perlindungan terhadap HPV subtipe 16 dan 18 (HPV penyebab kanker serviks). Ingat, masih ada sekitar 30% subtipe HPV lainnya yang juga menyebabkan kanker. Nah karena fungsinya untuk meningkatkan perlindungan, maka vaksin lebih tepat diberikan dari usia muda, sebelum kontak seksual," jelas dr. Angela.

Jika seseorang mulai kontak seksual, kemungkinan terinfeksi HPV sangatlah tinggi dan tidak bisa diketahui subtipe mana saja yang masuk.

"Karenanya, sesuai dengan berbagai rekomendasi untuk pencegahan kanker serviks, maka bagi wanita yang sudah di vaksin tetap harus melakukan pemeriksaan papsmear dan HPV secara berkala," pungkas dr. Angela. (ega/up)
News Feed