Minggu, 21 Okt 2018 19:10 WIB

Hormon Adrenalin Bikin Marquez Bisa Abaikan Nyeri Keseleo

Firdaus Anwar - detikHealth
Berkat adrenalin yang tinggi usai balapan Marquez bisa menahan nyeri keseleonya. (Foto: Reuters/Toru Hanai) Berkat adrenalin yang tinggi usai balapan Marquez bisa menahan nyeri keseleonya. (Foto: Reuters/Toru Hanai)
Jakarta - Pembalap Repsol Honda Marc Marquez meraih gelar juara dunia MotoGP 2018 saat memenangkan balapan di Sirkuit Motegi, Jepang, pada Minggu (21/10/2018). Ada sedikit insiden yang dialami Marquez kala itu karena dirinya tidak sengaja mengalami dislokasi atau keseleo bahu akibat selebrasi terlalu keras.

Saat melakukan winning lap pembalap asal Spanyol tersebut mendapat banyak ucapan selamat termasuk dari pembalap lain. Usai merangkul bahu pembalap Aprilia Scott Redding, Marquez tiba-tiba saja menunduk sambil memegangi bahu kiri lalu terbaring di pinggir lintasan.

Pemandangan Marquez terbaring di pinggir lintasan itu tidak berlangsung lama karena dalam hitungan detik ia kembali berdiri dan melanjutkan selebrasi.



"Sendi bahu saya terselip dari tempatnya begitu saja. Beruntung karena adrenalin rasanya tidak begitu sakit, tapi saya harus hati-hati ketika berpesta malam ini," kata Marquez dikutip dari BBC, Minggu (21/10/2018).

Apa itu adrenalin dan mengapa bisa membuat cedera yang harusnya menyakitkan jadi tidak terasa? Dikutip dari WebMD Pada dasarnya adrenalin adalah hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal saat kita merasa terdesak.

Hormon adrenalin ini kemudian meningkatkan detak jantung, aliran darah ke otot, ketajaman pikiran, dan menumpulkan persepsi rasa sakit. Tujuannya untuk membantu tubuh agar bisa menghadapi hal apa saja yang dianggap sebagai ancaman.

Saat mengalami peningkatan hormon adrenalin (adrenaline rush) kita bisa jadi lebih cekatan, kuat, dan kebas terhadap rasa sakit. Efek ini bisa bertahan sampai satu jam setelah kita merasa 'aman' dan kelenjar berhenti memproduksi adrenalin.

(fds/fds)
News Feed