Selasa, 23 Okt 2018 17:02 WIB

Berkaca dari Awkarin, Psikiater: Ingin Bunuh Diri Sebenarnya Bukan Ingin Mati

Widiya Wiyanti - detikHealth
Karin Novilda alias Awkarin. Foto: Palevi S/detikHOT Karin Novilda alias Awkarin. Foto: Palevi S/detikHOT
Jakarta - Cerita Karin Novilda atau yang biasa disapa Awkarin membuat orang lebih menyadari akan gangguan mental. Juga lebih sadar akan depresi yang bisa membuat seseorang ingin melakukan percobaan bunuh diri.

Menurut psikiater, dr Andri, SpKJ, FAPM, dari Klinik Psikosomatik RS Omni Alam Sutera, orang yang ingin bunuh diri itu sebenarnya bukan menginginkan kematian.

"Orang yang sedang ada pikiran-pikiran bunuh diri itu sebenarnya harus dipikirkan mereka itu bukan pengin mati loh sebenarnya. Mereka itu pengin mengurangi sakitnya, sakit di hatinya, sakit di pikirannya," ujarnya kepada detikHealth, Selasa (23/10/2018).

Orang-orang yang menginginkan bunuh diri tidak memiliki cara lain untuk mengurangi rasa sakitnya, ditambah beberapa orang di sekitarnya tidak memahami apa yang sedang ia rasakan.



dr Andri pun menegaskan bahwa orang yang ingin bunuh diri bukannya seseorang yang 'kurang bersyukur'. Melainkan hanya tidak memiliki cara lain yang harus ia tempuh.

"Kita (menganggap) konteksnya mati sudah nggak sayang hidup. Bukan, mereka mau mengurangi sakitnya, jadi salah itu kalau orang kurang bersyukur," tegas dr Andri.



Ditambahkan oleh psikolog dari Personal Growth, Veronica Adesla bahwa orang yang ingin bunuh diri harus berjuang untuk bangkit, terlebih lagi saat mendengar ucapan-ucapan negatif dari orang di sekitarnya.

"Mereka harus berjuang untuk keluar dari gelap, dari lubang yang mengisap mereka ke dasar. Mereka harus mencari tahu dan menemukan bahwa keberadaannya di dalam kehidupan ini bermakna untuk orang lain," tuturnya.



(wdw/up)
News Feed