Rabu, 24 Okt 2018 17:45 WIB

Penting! Begini Sejarahnya 24 Oktober Jadi Hari Dokter Nasional

Widiya Wiyanti - detikHealth
24 Oktober diperingati sebagai Hari Dokter Nasional (Foto: Ari Saputra)
Jakarta - Setiap tanggal 24 Oktober diperingati sebagai Hari Dokter Nasional. Hari Dokter Nasional ini ditetapkan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan sudah berlangsung 67 kali di tanah air tercinta ini.

Siapa yang dulu punya cita-cita menjadi dokter? Tercapai atau tidak, sejarah Hari Dokter Nasional harus kita ketahui agar lebih bisa menghargai jasa-jasa para dokter di Indonesia ini.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI, IDI ternyata sudah lahir jauh lebih lama sebelum diresmikan, yaitu pada tahun 1911 dengan nama Vereniging van Indische Artsen. Hingga akhirnya pada tahun 1926 berubah nama menjadi Vereniging Van Indonesische Genesjkundigen (VIG).

Kiprah dokter semakin pesat tahun demi tahun. Pada kongres VIG yang diadakan di Solo tahun 1940, Prof Bahder Djohan ditugaskan untuk membina dan memikirkan istilah baru dalam dunia kedokteran. Namun pada masa kependudukan Jepang, tiga tahun kemudian VIG dibubarkan dan diganti menjadi Jawa izi Hooko-Kai.



Kemudian pada 30 Juli 1950, PB Perthabin (Persatuan Thabib Indonesia) & DP-PDI (Perkumpulan Dokter Indonesia) mengadakan suatu pertemuan yang bertujuan untuk menggelar 'Muktamar Dokter Warganegara Indonesia (PMDWNI)' atas usul Dr Seni Sastromidjojo.

Akhirnya, nama IDI pun muncul tanggal 22-25 September 1950 dalam Muktamar I Ikatan Dokter Indonesia (MIDI) yang digelar di Deca Park. Dalam Muktamar tersebut, Ketua Umum IDI terpilih dan menjadi yang pertama adalah Dr Sarwono Prawirohardjo.

Nah, pada tanggal 24 Oktober 1950, Dr Soeharto menghadap notaris untuk memperoleh dasar hukum atas berdirinya perkumpulan dokter dengan nama 'Ikatan Dokter Indonesia'.

Maka dari itu, sejak tanggal 24 Oktober 1950, dijadikan sebagai Hari Dokter Nasional. Sudah tahu kan sekarang sejarah lahirnya IDI yang juga sebagai Hari Dokter Nasional?

Selamat Hari Dokter Nasional untuk seluruh dokter di Indonesia. Salam sehat!

(wdw/up)