Senin, 29 Okt 2018 08:54 WIB

Pemerintah Korsel Bakal Larang Mukbang untuk Berantas Obesitas

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Foto: Screenshot YouTube Foodtalesmukbang/Instagram Eating.Show/Yuka Kinoshita Foto: Screenshot YouTube Foodtalesmukbang/Instagram Eating.Show/Yuka Kinoshita
Jakarta - Tayangan-tayangan seseorang sedang makan besar secara online alias mukbang sedang viral di kalangan milenial. Tren yang berasal dari Korea Selatan ini dipercaya sebagai salah satu penyebab naiknya angka obesitas di negara tersebut, sehingga Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Korsel memutuskan untuk melarang mukbang mulai tahun depan.

"Pada 2019, kami akan mengembangkan pedoman untuk penyiaran makan besar di media (TV dan internet) untuk memperbaiki perilaku makan dan membangun sistem peninjauan," tulis Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Korsel dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Telegraph.

Pedoman ini menjadi bagian dari program anti-obesitas di Korsel, yang dibuat sebagai respons dari peningkatan angka tersebut. Menurut Organisasi Pembangunan dan Kerjasama Ekonomi (OECD), meski jadi satu dengan tingkat obesitas terendah di dunia namun angka obesitas di Korsel telah meningkat dari 28 persen pada tahun 1998 menjadi 31,7 persen di tahun 2007 dan melonjak menjadi 34,8 persen di 2016. Mereka juga memprediksi angka tersebut akan berlipat ganda pada tahun 2030 dan semakin meningkat.


Yasigi Muk-Bang, seorang YouTuber asal Korsel yang terkenal akan video mukbangnya. Dalam sebuah wawancara bersama Telegraoph, ia memercayai peningkatan popularitas mukbang ada hubungannya dengan perubahan budaya dalam masyarakat Korsel.

"Masyarakat Korsel memiliki tradisi untuk makan bersama, namun budaya ini makin lama makin redup karena makin banyaknya orang yang tidak menikah. Sekarang, orang-orang mulai punya keinginan untuk makan bersama seseorang dan layanan penyiaran internet menjadi solusinya," kata YouTuber dengan 100 ribu lebih pengikut ini.

Keputusan ini menimbulkan pro dan kontra baik di kalangan YouTuber mukbang dan masyarakat awam, mereka yang kontra menyebut pemerintah menjadi 'diktator', sedangkan mereka yang pro menyebut mukbang telah memberikan pengaruh negatif pada anak-anak. Ada juga yang menyebut mukbang tak ada sangkut pautnya dengan urusan kesehatan atau bahkan angka obesitas negara.

"Banyak kawanku yang bilang mereka menonton videoku karena merasa terwakili makan banyak makanan melaluiku dan memuaskan keinginan mereka saat mereka sedang diet. Tiap orang memiliki kapasitas makan yang berbeda dan seharusnya terus mengecek kesehatan mereka sendiri," tutur Kim Jung-bum, seorang YouTuber mukbang berusia 16 tahun, dikutip dari KoreaBoo.





Tonton juga 'Doyan Mukbang Lebih dari 10 Ribu Kalori, YouTuber Ini Tetap Kurus':

[Gambas:Video 20detik]

(frp/up)
News Feed
Breaking News
×
Sidang Sengketa Pilpres 2019
Sidang Sengketa Pilpres 2019 Selengkapnya